Kamis 03 Aug 2017 08:22 WIB

Demokrat: Wacana Duetkan Prabowo-AHY di Pilpres Masih Jauh

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Qommarria Rostanti
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiyanto berjabat tangan usai pertemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono Puri Cikeas, Jawa barat, Rabu (27/7) malam.
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiyanto berjabat tangan usai pertemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono Puri Cikeas, Jawa barat, Rabu (27/7) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, mengatakan isu pencalonan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pemilu 2019 merupakan wacana yang masih jauh. Pertemuan antara Gerindra dengan Demokrat pada 27 Juli lalu dikatakannya murni sebagai penegasan mengawal pemerintahan.

"Kami tidak bisa melarang masyarakat berbincang (tentang pencalonan). Namun, kami belum bicara tentang orang. Tenang saja, masih jauh," kata Hinca kepada wartawan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (2/8).

Dia menyebut, pertemuan 27 Juli di Cikeas belum membahas soal koalisi kedua parpol. Baik Demokrat maupun Gerindra masih dalam tahap pembicaraan mengawal perkembangan pemerintahan saat ini.

Selain itu, kedua belah pihak pun membahas mengenai disahkannya Undang-undang (UU) Pemilu. "UU Pemilu adalah titik cikal bakal baru dalam Pilpres maupun Pileg ke depan," ujarnya.

Seperti dibelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan di Puri Cikeas, Bogor pada Kamis, 27 Juli lalu. Baik Demokrat dan Gerindra sama-sama memiliki wacana mengajukan uji materi terhadap UU Pemilu.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement