Kamis 17 Aug 2017 22:38 WIB

Tim SAR Evakuasi 3 Pendaki di Bima

 Pendaki gunung (ilustrasi)
Pendaki gunung (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Tim Search and Rescue (SAR) berhasil mengevakuasi tiga perempuan yang melakukan pendakian di Gunung Pundu Nence, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperingati HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Kamis (17/8). Kepala Basarnas Kantor SAR Mataram Gusti Anwar Mulyadi menyebutkan ketiga pendaki itu adalah Risma (17) warga Mende, Reni (18) dari Kelurahan Tanjung, dan Jumiati (19) warga Kelurahan Weki, Kota Bima.

"Ketiganya merupakan rombongan dari ribuan peserta pendaki dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Indonesia," katanya.

Basarnas Kantor SAR Mataram menerima laporan dari ibu rumah tangga bernama Chandra, salah seorang anggota Orari Bima bahwa pada pukul 13.00 WITA, seorang pendaki Gunung Pundu Nence Bima mengalami cedera dan membutuhkan bantuan evakuasi. Berdasarkan laporan tersebut, satu tim pencari dari Pos SAR Bima diperintahkan ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan.

"Pada pukul 16.30 WITA, tim Basarnas dan potensi SAR tiba di lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi korban," ujarnya.

Koordinator Pos SAR Bima Heriyanto melaporkan ke kantor SAR Mataram bahwa selain ada yang cedera, ketiga korban mengalami kelelahan dan keram dalam perjalanan. "Sekitar pukul 18.30 WITA, ketiga korban berhasil dievakuasi turun sampai ke permukiman warga dan selanjutnya dibawa ke puskesmas posko menggunakan mobil ambulans," katanya.

Sebelumnya, rombongan pendaki yang berjumlah 1.100 orang melakukan pendakian Gunung Pundu Nence sejak 15 Agustus 2017.  Namun dari pihak panitia tidak mengajukan permohonan pengamanan SAR atau koordinasi terkait kegiatan yang cukup berisiko tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement