REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekertaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kemal, mengapresiasi upaya KPU dalam membangun Sistem Informasi Partai Pemilu (Sipol). PKS resmi mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2019 pada Sabtu (14/10) siang, di Gedung Komisi Pemilihan Umum yang berada di Jalan Imam Bondjol, Jakarta Pusat.
"Sebagai parpol komitmen modernisasi, kita mengikuti. Bahkan kalau diizinkan kita melakukan inovasi ke depan," kata Mustafa di Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (14/10).
Menurut Mustafa, Sipol sebenarnya sudah dilakukan dari periode pemilu sebelumnya. KPU, kata Mustafa, tampak sudah mulai lakukan pembelajaran dari adanya perbaikan di Sipol. Meskipun masih ada beberapa kekurangannya.
"Bagi kami, PKS melihat pada prinsipnya dasarnya sistem IT yang sudah dibangun ini cukup memadai dan kita bisa gunakan dengan baik. Tapi nanti ada masukan, seperti daerah tertentu di Indonesia kan tidak bisa disamaratakan. Di Indonesia ada daerah-daerah yang sinyalnya blank spot dan listriknya byar pet sehingga tidak bisa disamakan perlakuannya. Ini mohon kebijakan dari KPU," kata Mustafa.
Menurut Mustafa, membangun sistem bukan hanya sistem IT-nya, yakni perangkat lunak. "Tapi juga dalam pengertian bagaimana jaringan terjamin jadi utuh. Untuk melihat bagaimana implementasi IT ini. Karena keberagaman Indonesia ini karena adanya ketimpangan wilayah di Indonesia," tambahnya.