REPUBLIKA.CO.ID,BAGHDAD -- Tim penyelamat membongkar puing-puing bangunan untuk mencari mayat-mayat korban gempa bumi yang melanda perbatasan antara Iran dan Irak pada Selasa (14/11), waktu setempat. Jumlah korban tewas meningkat setidaknya menjadi 530 orang.
Lokasi yang paling rusak terdampak gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter (SR) yang terjadi pada Ahad (12/11) waktu setempat itu di Iran barat di Provinsi Kermanshah. Dengan semua korban tewas berada di sana. Sementara ribuan orang terluka karena gempa tersebut.
Seperti dilaporkan USA Today, Selasa (14/11), tim penyelamat dan penduduk lokal berdiri di atas reruntuhan sebuah kompleks apartemen di kota Kurdi di Provinsi Kermanshah, Sarbi e Zahab. Mereka mencari mayat-mayat yang tertimbun bangunan dan melarikan mereka dengan dibungkus selimut.
Adapun menurut survei Geologi AS menyatakan bahwa gempa tersebut berkekuatan 7,3 skala Richter. Sementara seorang pejabat meteorologi Irak menyebut terjadi gempa berskala 6,5 SR dengan pusat gempa di Penjwin di provinsi Sulaimaniyah di wilayah Kurdistan yang dekat dengan perbatasan utama dengan Iran.
akibat gempa tersebut, listrik terputus di beberapa kota di Iran dan Irak. Kekhawatiran akan munculnya gempa susulan membuat ribuan orang di kedua negara keluar ke jalan dan taman meskipun cuaca dingin.