Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Tas Noken dan Budaya Papua Tampil di Frankfurt

Selasa 27 Aug 2019 05:17 WIB

Red: Nora Azizah

Sejumlah masyarakat Moi selepas melakukan tarian Yosim-pancar (penyambutan).

Sejumlah masyarakat Moi selepas melakukan tarian Yosim-pancar (penyambutan).

Foto: dok. Bentara Papua
Noken merupakan tas masyarakat Papua yang dibawa di atas kepala.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Anggota Bhayangkari Polda Papua memperagakan beberapa kebudayaan Papua seperti demo pembuatan tas Noken dan menampilkan tari-tarian dalam rangkaian acara yang diadakan di Indonesian Village pada Museumsuferfest Museum der Weltkulturen (Museum of World Culture) Frankfurt pada akhir pekan.

Noken merupakan tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa di atas kepala dan digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti sayuran, umbi-umbian dan juga untuk membawa barang-barang dagangan ke pasar. Noken terbuat dari bahan baku kayu pohon Manduam, pohon Nawa atau Anggrek hutan dan jenis kayu lain.

Baca Juga

Konsul Muda KJRI Frankfurt, Dimas Wisudawan, mengatakan bahwa demo pembuatan Noken ini merupakan kerjasama KJRI Frankfurt dengan Museum der Weltkulturen di Frankfurt. "Ini bertujuan untuk mengenalkan cara pembuatan tas tradisional Indonesia dan keunikannya," kata Dimas, Senin lalu.

Museum yang terletak di pinggir sungai Main memamerkan berbagai barang seni asal Indonesia dari berbagai suku dan budaya juga memamerkan berbagai kerajinan dan benda-benda seni dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Koleksi Museum der Weltkulturen meliputi lebih dari 65.000 benda seni yang berasal dari Oceania, Australia, Asia Tenggara, Amerika, Afrika, dan Eropa.

Beberapa pengunjung asal Jerman yang hadir mengamati secara detail dan menyatakan kekagumannya terhadap kekuatan tas yang dibuat dari kulit kayu ini hingga dapat digunakan untuk menggendong bayi atau belanjaan.

 

photo
Tas Noken asal Papua

Dalam pameran musim panas ini, Konsulat Jenderal RI di Frankfurt menampilkan tari-tarian Nusantara, dan berbagai booth makanan, kerajinan perak, batik, mie instan siap saji, dan informasi pariwisata.

Penampilan berbagai acara ini tidak saja diisi oleh masyarakat Indonesia di Frankfurt tapi juga Bayangkari Indonesia dari Polda Papua, NTT, Kalsel, dan Sulsel, dan dikoordinasi Bayangkari Pusat.

Keikutsertaan KJRI Frankfurt dengan mengadakan Indonesian Village pada acara Museumsuferfest 2019 merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke – 74 Republik Indonesia. Salah satu rangkaian acara adalah "Panggung Gembira Masyarakat Indonesia di Frankfurt" diadakan di Wisma Konjen KJRI Frankfurt.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile