Kamis 19 Sep 2019 13:37 WIB

Warga Antang Masih Butuh Penanganan Kesehatan Pascakebakaran

TPA Tamangapa, Antang, Makassar terbakar sejak Ahad (15/9).

Red: Andi Nur Aminah
Petugas memadamkan api yang membakar sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (17/9/2019).
Foto: ANTARA FOTO
Petugas memadamkan api yang membakar sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (17/9/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Warga di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Makassar masih membutuhkan penanganan kesehatan pascakebakaran TPA tersebut. Hal itu dikemukakan Hasni yang rumahnya berada di luar pintu gerbang TPA Tamangapa, Antang, Makassar, Kamis (19/9).

Dia mengatakan, kebakaran yang disertai asap di lokasi TPA membuat sebagian besar warga batuk-batuk dan sesak nafas. Kondisi tersebut terutama dialami anak-anak balita.

Baca Juga

Menurut dia, hari pertama kebakaran hingga penanganan hari kelima ini petugas dari Dinas Kesehatan memberikan masker untuk dipakai melindungi pernafasan dari asap yang memerihkan tenggorokan dan mata. "Anak-anak kami banyak yang sakit, batuk-batuk dan influenza," katanya.

Hal senada dikemukakan Rahman warga Antang lainnya yang sehari-hari sebagai pemulung. Menurut dia, selain mendapatkan pembagian masker, juga relawan memberikan nasi dos pada warga di sekitar TPA Antang.