Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

AS Kerahkan Tentara dan Peralatan Militer ke Arab Saudi

Jumat 27 Sep 2019 02:17 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Tentara Amerika (illustrasi)

Tentara Amerika (illustrasi)

Foto: reuters/carlo allergi
AS menilai pengerahan tentara dan peralatan militer membantu pertahanan Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pentagon mengatakan akan mengirim empat sistem radar, peluncur rudal Patriot, dan sekitar 200 personel militer ke Arab Saudi. Itu merupakan upaya Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan pertahanan Riyadh pasca-serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco.

 

“Mengingat serangan baru-baru ini terhadap Kerajaan Saudi dan atas undangan mereka, Menteri Pertahanan Mark Esper hari ini mengumumkan bahwa AS akan mengerahkan peralatan berikut ke Kerajaan: satu peluncur (rudal) Patriot, empat radar sentinel, dan sekitar 200 dukungan personel,” ujar juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman pada Kamis (26/9).

Baca Juga

Dia berharap pengerahan peralatan dan personel militer itu dapat membantu pertahanan Saudi. “Penempatan ini akan menambah pertahanan udara dan rudal Kerajaan atas infrastruktur militer serta sipil yang kritis. Penempatan ini menambah kehadiran pasukan AS yang sudah signifikan di kawasan itu,” kata Hoffman.

Hoffman menegaskan bahwa langkah itu dilakukan sebagai bentuk komitmen AS atas mitra atau sekutunya di kawasan. Dia berharap negara-negara lain, terutama mereka yang telah meyakini Iran sebagai dalang atas serangan terhadap Aramco, dapat mengambil tindakan serupa. “Kami mencari mereka untuk menyumbangkan aset dalam upaya internasional memperkuat pertahanan Arab Saudi,” ucapnya.

Pada 14 September lalu, dua fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang  10 pesawat nirawak. Serangan itu menyebabkan sebagian area pabrik terbakar.

Serangan itu dilaporkan memangkas lima persen produksi minyak dunia. Aramco diketahui merupakan perusahaan minyak milik Pemerintah Saudi yang mengalirkan pasokan terbesar ke pasar minyak dunia.

Kelompok Houthi sebenarnya telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke fasilitas Aramco. Namun, klaimnya diragukan mengingat skala, kecanggihan, dan jangkauan serangan. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile