REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Partai Buruh Inggris mengatakan berhasil mengalahkan serangan siber di platform digital. Partai Buruh mengatakan serangan itu gagal karena partai tersebut meningkatkan sistem keamanan dan tidak ada data yang bocor.
Distributed Denial of Service (DDoS) membanjiri server kompeter dengan trafik. Sumber Partai Buruh mengatakan serangan tersebut datang dari Rusia dan Brasil. Tapi BBC mendapat informasi kedua negara itu tidak terlibat dalam serangan siber tersebut.
Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan serangan siber tersebut sangat serius. Ia juga mengatakan serangan tersebut mencurigakan karena dilakukan saat pemilihan umum.
"Jika ini tanda yang akan datang, saya merasa gugup tentang hal itu," katanya, seperti dilansir dari BBC, Selasa (12/11).
BBC melaporkan serangan itu serangan tingkat rendah. Bukan serangan skala besar atau canggih. Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris tidak butuh mengambil tindakan untuk menyelesaikannya.
Partai Buruh membantah ada data yang bocor atau kecacatan keamanan dalam sistem. Surat kabar The Sunday Times melaporkan situs partai itu mengungkapkan para pendonornya.
"Kemarin malam sistem keamanan kami mengidentifikasi serangan itu, dalam waktu yang singkat, ada serangan skala besar dan canggih ke platforms Partai Buruh yang berniat untuk mengambilalih sistem offline kami," kata Direktur Eksekutif Partai Buruh Niall Sooko.