Ahad 23 Aug 2020 16:29 WIB

Pembelajaran Tatap Muka di Purbalingga Ditunda

Kebijakan ini diambil menyusul adanya peningkatan jumlah pasien positif Covid-19

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Andi Nur Aminah
Guru memberikan materi pelajaran saat uji coba pembelajaran tatap muka (ilustrasi)
Foto: Antara/Saiful Bahri
Guru memberikan materi pelajaran saat uji coba pembelajaran tatap muka (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, memutuskan untuk menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka bagi pelajar di sekolah. Kebijakan ini diambil menyusul adanya peningkatan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19.

"Sebelumnya kami memang sudah menyiapkan rencana pembelajaran tatap muka bagi anak-anak sekolah. Namun dengan melihat perkembangan naiknya kasus positif Covid-19 di Purbalingga, maka pembelajaran tatap muka sementara kami tunda dulu," katanya, Ahad (23/8).

Baca Juga

Dia menyebutkan, Pemkab Purbalingga sebelumnya memang berencana untuk memulai kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah melalui pola tatap muka. Hal ini direncanakan setelah selama beberapa waktu terakhir, kasus positif Covid-19 di Purbalingga terus mengalami penurunan hingga hanya menjadi 6-7 kasus positif.

"Pekan lalu, kondisi wabah di Purbalingga sudah masuk zona kuning dan menuju zona hijau. Namun pada pekan terakhir ini, kasus Covid-19 di Purbalingga kembali melonjak dengan tambahan 15 kasus aktif. Berdasarkan perkembangan inilah, kami mengambil kebijakan untuk mempending pembelajaran tatap muka," katanya.

Bupati Tiwi menyatakan, sebelum mengambil keputusan terkait kegiatan pendidikan ini, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Termasuk saat Pemkab merencanakan untuk memulai lagi kegiatan pendidikan tatap muka di sekolah.

Menjelang pelaksanaan rencana tersebut, Dinas Pendidikan juga sudah menyiapkan draft mengenai ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi selama pelaksanaan belajar tatap muka. "Namun, seiring dengan dilakukan tes swab massal di berbagai tempat perkantoran dan fasilitas umum, termasuk jajaran ASN (Aparatur Sipil Negara), ternyata kasus Covid-19 meningkat lagi. Karena itu, pembelajaran tatap muka kita tunda dulu," katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Purbalingga, jumlah kasus Covid-19 di Purbalingga hingga saat ini tercatat sebanyak 86 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 pasien masih dirawat di rumah sakit. Di luar itu, 70 orang sudah dinyatakan sembuh dan seorang meninggal dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement