Senin 30 Nov 2020 07:45 WIB

Gereja Ortodoks Serbia Cemooh Pembatasan Covid-19

Pemakaman uskup gereja di Serbia abaikan protokol kesehatan ciptakan klaster Covid

Rep: Mabruroh/ Red: Christiyaningsih
Gereja Ortodoks. Pemakaman uskup gereja di Serbia abaikan protokol kesehatan ciptakan klaster Covid-19. Ilustrasi.
Foto: AP Photo/Alexander Zemlianichenko
Gereja Ortodoks. Pemakaman uskup gereja di Serbia abaikan protokol kesehatan ciptakan klaster Covid-19. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BELGRADE -- Gereja Ortodoks Serbia telah membayar mahal akibat mengabaikan pembatasan di tengah pandemi Covid-19 pascameninggalnya tokoh terkemuka Amfilohije Radovic. Ribuan orang menghadiri pemakaman seorang uskup Gereja Ortodoks tersebut yang meninggal karena virus corona pada 30 Oktober lalu.

Dilansir Anadolu Agency pada Senin (30/11), para pengikut pemimpin memberi penghormatan kepadanya dengan mencium tubuhnya. Pemimpin gereja lainnya, Patriark Irinej, terjangkit virus di pemakaman tersebut dan dirawat di rumah sakit beberapa hari kemudian. Kondisinya memburuk dan dia meninggal pada 20 November.

Baca Juga

Tidak ada pelajaran yang didapat di pemakamannya selain dari kenyataan bahwa peti mati harus ditutup kaca untuk meminimalkan kontak. Sedangkan pada pemakaman Amfilohije Radovic, pelayat yang datang ditawari minuman biasa dengan sendok yang sama sehingga memaksimalkan risiko penyebaran infeksi virus corona.

Segera setelah itu, Uskup David yang memimpin pemakaman juga dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di rumah sakit. Pemimpin senior gereja lainnya, Uskup Artemije, Uskup Milutin, dan Imam Agung Josifov juga meninggal karena virus tersebut.