Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kanada Jadikan 29 Januari Hari Kenang Serangan Masjid Quebec

Jumat 29 Jan 2021 10:08 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Kanada Jadikan 29 Januari Hari Kenang Serangan Masjid Quebec. Karangan bunga tanda berduka diletakkan di dekat TKP penembakan Masjid Pusat Kebudayaan Islam Quebec, Quebec City, Kanada.

Kanada Jadikan 29 Januari Hari Kenang Serangan Masjid Quebec. Karangan bunga tanda berduka diletakkan di dekat TKP penembakan Masjid Pusat Kebudayaan Islam Quebec, Quebec City, Kanada.

Foto: Mathieu Belanger/Reuters
Warga Kanada memiliki tanggung jawab memerangi diskriminasi.

REPUBLIKA.CO.ID, QUEBEC -- Pemerintah federal di Kanada menjadikan 29 Januari sebagai hari peringatan untuk menghormati para korban serangan di masjid Kota Quebec pada 2017. Menteri Situs Warisan Kanada, Steven Guilbeault membuat pengumuman tersebut pada Kamis (28/1), sehari sebelum peringatan keempat serangan mematikan tersebut.

 

Serangan tersebut menewaskan enam orang dan menyebabkan 19 orang luka parah, ketika seorang pria bersenjata menyerbu Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebece. Serangan yang mengejutkan Kanada itu kemudian menuai kecaman sebagai sebuah tindakan terorisme.

Baca Juga

Karena itulah, hari itu secara resmi disebut sebagai Hari Peringatan Nasional Serangan Masjid Kota Quebec dan Tindakan Melawan Islamofobia. Guilbeault mengatakan, warga Kanada memiliki kewajiban mengingat para korban tersebut dan memiliki tanggung jawab memerangi diskriminasi.

"Tragedi ini mengingatkan kita akan urgensi melawan tindakan kebencian dan radikalisasi online," kata Guilbeault, dilansir di The Globe and Mail, Jumat (29/1).

Sementara itu, Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), salah satu dari banyak kelompok yang telah mendesak pemerintah menetapkan hari itu, mengatakan akan berdiri sebagai pengingat akan nyawa yang hilang dan upaya membongkar kebencian dan rasialisme.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile