Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Desktop internasional detail topline

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_topline

Populisme Islamofobia Buat khawatir Muslim di Prancis

Kamis 06 May 2021 02:46 WIB

Red: Nur Aini

Sekretaris Jenderal Asosiasi Turki-Muslim IGMG Bekir Altas menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kecenderungan Islamofobia yang didorong oleh kepentingan politik di Prancis.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Turki-Muslim IGMG Bekir Altas menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kecenderungan Islamofobia yang didorong oleh kepentingan politik di Prancis.

Ketua asosiasi Muslim Turki mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya Islamofobia

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Sekretaris Jenderal Asosiasi Turki-Muslim IGMG Bekir Altas menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kecenderungan Islamofobia yang didorong oleh kepentingan politik di Prancis.

Desktop internasional detail text

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_text

Saat bersamaan Altas memuji Kota Strasbourg, timur laut Prancis atas penawaran EUR 2,5 juta yang diberikan kota itu untuk pembangunan masjid di sana. Berbicara kepada Anadolu Agency selama kunjungannya ke Strasbourg, kota Prancis dekat perbatasan Jerman, Altas juga menepis tuduhan dari para politisi yang ditujukan kepada IGMG.

Dia mengatakan bahwa pembangunan Masjid Sultan Eyup di Strasbourg, dekat perbatasan Jerman, akan terus berlanjut, meski penyelesaiannya membutuhkan tambahan EUR 8 juta (USD 9,6 juta). Total biaya pembangunan telah dipatok menjadi 30 juta euro (USD 36 juta).

Baca Juga

Altas mengatakan bahwa organisasinya telah menerima sumbangan dari seluruh Eropa untuk pembangunan masjid ini, termasuk sumbangan bersejarah sebesar EUR2,5 juta euro (USD 3 juta) oleh Pemerintah Kota Strasbourg.

“Dengan langkah ini, secara khusus mereka menyatakan tidak ada diskriminasi antara komunitas Katolik, Protestan, Yahudi, dan Islam,” ujar dia.

Presiden Asosiasi Masjid Sultan Eyup, Eyup Sahin, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pada Oktober 2020, mereka telah meminta bantuan keuangan dari Kota Strasbourg untuk pembangunan masjid dan pemerintah kota menerima permintaan ini pada Maret 2021.

Sahin mengatakan setelah langkah ini menimbulkan kontroversi, mereka memutuskan untuk menarik permintaan bantuan karena pemilu semakin dekat dan beberapa politisi telah mengubah masjid menjadi propaganda pemilu.

Dia mengatakan bahwa 70 persen pembangunan masjid telah selesai dan pembangunannya akan selesai dalam satu tahun. Altas juga mengatakan saat pemilihan presiden dijadwalkan di Prancis pada 2022, umat Islam tidak ingin masjid menjadi alat dalam konflik antara dua partai politik besar di negara itu.

Dia menyatakan bahwa penerapan "piagam prinsip" Islam di Prancis, yang mereka tolak untuk ditandatangani karena mengasingkan Muslim, adalah salah satu keputusan populis yang diambil oleh pemerintah Prancis.

“Negara tidak mencampuri urusan internal umat beragama sesuai dengan prinsip sekularisme.

 

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/populisme-islamofobia-buat-khawatir-muslim-di-prancis/2229748
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop internasional detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop internasional detail right 1

Edit
IDR 3.500.000
desktop_internasional_detail_right_1
 
 

Desktop internasional detail right 2

Edit
IDR 3.000.000
desktop_internasional_detail_right_2
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3

Desktop internasional detail right 4

Edit
IDR 2.000.000
desktop_internasional_detail_right_4

Desktop internasional detail bottom Frame

Edit
IDR 4.500.000
desktop_internasional_detail_bottom_Frame