Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Desktop ekonomi detail topline

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_topline

Gara-gara China, Nilai Bitcoin Anjlok

Rabu 23 Jun 2021 20:18 WIB

Rep: Idealisa masyrafina/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Bitcoin. Nilai Bitcoin telah jatuh di bawah 30 ribu dolar AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima bulan. Hal ini kemungkinan karena terpukul oleh tindakan keras China terhadap mata uang kripto paling populer di dunia.

Bitcoin. Nilai Bitcoin telah jatuh di bawah 30 ribu dolar AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima bulan. Hal ini kemungkinan karena terpukul oleh tindakan keras China terhadap mata uang kripto paling populer di dunia.

Foto: CFR
Pemerintah China meminta perbankan lakukan tindakan keras terhadap aktivitas Bitcoin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai Bitcoin telah jatuh di bawah 30 ribu dolar AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima bulan. Hal ini kemungkinan karena terpukul oleh tindakan keras China terhadap mata uang kripto paling populer di dunia.

Desktop ekonomi detail text

Edit
IDR 0
desktop_ekonomi_detail_text

Mata uang digital merosot menjadi sekitar 28.890 dolar AS, dan telah kehilangan lebih dari 50 persen nilainya sejak mencapai level tertinggi sepanjang masa 64.870 dolar AS pada bulan April.

China telah memberi tahu bank dan platform pembayaran untuk berhenti mendukung transaksi mata uang digital, dilansir di BBC, Rabu (23/6). Sebelumnya pada Jumat, Pemerintah China memerintahkan untuk menghentikan penambangan Bitcoin di provinsi Sichuan.

Baca Juga

Pada Senin (21/6), bank sentral China mengatakan, baru-baru ini memanggil beberapa bank besar dan perusahaan pembayaran untuk meminta mereka mengambil tindakan lebih keras atas perdagangan mata uang kripto.

Bank diberitahu untuk tidak menyediakan produk atau layanan seperti perdagangan, kliring dan penyelesaian transaksi mata uang kripto, menurut bank sentral People's Bank of China.

Pemberi pinjaman terbesar ketiga di China berdasarkan aset, Bank Pertanian China, mengatakan pihaknya mengikuti panduan PBOC dan akan melakukan uji tuntas pada klien untuk membasmi kegiatan ilegal yang melibatkan penambangan dan transaksi mata uang kripto.

Bank Tabungan Pos China juga mengatakan, tidak akan memfasilitasi transaksi kripto apa pun. Platform pembayaran seluler dan online Alipay, yang dimiliki oleh raksasa teknologi keuangan China Ant Group, mengatakan akan menyiapkan sistem pemantauan untuk mendeteksi transaksi kripto ilegal.

Langkah terbaru datang setelah pihak berwenang di provinsi barat daya Sichuan pada hari Jumat memerintahkan operasi penambangan Bitcoin untuk ditutup.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop ekonomi detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_ekonomi_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop ekonomi detail right 1

Edit
IDR 4.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_1
 
 

Desktop ekonomi detail right 2

Edit
IDR 4.000.000
desktop_ekonomi_detail_right_2
 

Desktop ekonomi detail right 3

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_3
 

Desktop ekonomi detail right 3

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_3

Desktop ekonomi detail right 4

Edit
IDR 3.000.000
desktop_ekonomi_detail_right_4

Desktop ekonomi detail bottom Frame

Edit
IDR 6.500.000
desktop_ekonomi_detail_bottom_Frame