Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Perawatan Pasien Covid-19 Bisa Picu Resistensi Antibiotik

Rabu 04 Aug 2021 05:05 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Perawatan pasien Covid-19 (ilustrasi). Dokter mengkhawatirkan penggunaan antibiotik sebagai substitusi upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dapat memicu terjadinya resistensi antibiotik.

Perawatan pasien Covid-19 (ilustrasi). Dokter mengkhawatirkan penggunaan antibiotik sebagai substitusi upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dapat memicu terjadinya resistensi antibiotik.

Foto: AP
Penggunaan antibiotik spektrum luas secara keliru jadi kesalahan besar dalam pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ahli kesehatan memperingatkan adanya potensi epidemi lainnya di seluruh dunia. Kekhawatiran itu terkait dengan pengobatan yang dilakukan terhadap pasien infeksi virus corona jenis baru (Covid-19).

 

Sejumlah dokter mengatakan bahwa penggunaan antibiotik dengan sembrono untuk mencegah infeksi lain pada pasien Covid-19 hanya akan meningkatkan potensi resistensi antibiotik. Kondisi itu terjadi saat bakteri dan kuman lain tak lagi bisa dilawan dengan antibiotik.

Baca Juga

Menurut WHO, antimicrobial resistance (AMR) terjadi ketika bakteri, virus, jamur dan parasit berubah dari waktu ke waktu dan tidak lagi merespons obat-obatan. Kondisi ini membuat infeksi lebih sulit untuk diobati dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit, termasuk dengan gejala parah hingga kematian.

Mahesh M Lakhe, dokter spesialis penyakit dalam dan penyakit menular, menjelaskan mikroba dapat menjadi resisten terhadap satu atau lebih kelas agen antimikroba. Hal ini menyebabkan kegagalan pengobatan.

"Adanya bakteri atau virus yang resisten ini di masyarakat dan di fasilitas perawatan kesehatan, terutama di unit perawatan intensif (ICU), menimbulkan risiko bagi keselamatan pasien," ujar dokter di Columbia Asia Hospital, Pune, India itu, dilansir India Express, Selama (3/8).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile