Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

3 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

PKB Klaim Gabungnya PAN tak Mesti Soal Pertimbangan Politik

Kamis 26 Aug 2021 08:42 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Agus raharjo

Anggota Komisi X DPR RI, Hasanuddin Wahid

Anggota Komisi X DPR RI, Hasanuddin Wahid

Foto: TV PARLEMEN
PAN disebut menjadi tambahan energi pemerintah keluar dari pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) M Hasanuddin Wahid menanggapi santai kabar masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam koalisi parpol pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, keputusan yang diambil PAN tak melulu soal pertimbangan politik.

Hasanuddin atau akrab disapa Cak Udin mengatakan ada hal yang lebih urgen ketimbang politik di masa pandemi Covid-19. Ia menganggap masuknya PAN ke koalisi pemerintah dapat membantu pemulihan dampak yang ditimbulkan  pandemi Covid-19.

Baca Juga

"Yang lebih penting daripada politik adalah bergotong-royong semua elemen bangsa untuk mengatasi pandemi dan recovery (pemulihan) ekonomi," kata Cak Udin kepada Republika.co.id, Kamis (26/8).

Cak Udin menegaskan PKB tak mempermasalahkan bergabungnya PAN ke dalam koalisi pemerintah. Menurutnya, kehadiran PAN akan menambah tenaga pemerintah guna merealisasikan program-programnya.

"Semakin banyak yang bergabung dengan pemerintahan semakin baik untuk mempercepat proses Indonesia keluar dari pandemi dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh negeri," ujar anggota DPR yang baru dilantik sebagai pengganti antarwaktu pada Desember 2020 itu.

Sayangnya, Cak Udin menolak menanggapi soal potensi PKB kehilangan kursi menteri dengan kehadiran PAN. Saat ini ada tiga menteri kader PKB, antara lain Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny Gerard Plate, menyampaikan poin-poin usai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan partai-partai koalisi pemerintahan. Salah satu hal yang ia sampaikan adalah PAN menjadi sahabat baru koalisi.

"Sahabat baru koalisi, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang didampingi Sekjen Eddy Soeparno. Sahabat baru kami dalam koalisi semakin memperkuat dan memperkaya gagasan dan pandangan," ujar Plate di rumah dinasnya, Jakarta, (25/8).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile