Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

14 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wiku Minta Masyarakat Bijaksana Sikapi Penurunan Kasus

Selasa 07 Sep 2021 23:55 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha

Calon penumpang kereta api mengikuti dites swab antigen COVID-19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Satgas Covid-19 mengingatkan potensi kenaikan masih bisa terjadi jika masyarakat tak bijaksana dalam melakukan kegiatannya.

Calon penumpang kereta api mengikuti dites swab antigen COVID-19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Satgas Covid-19 mengingatkan potensi kenaikan masih bisa terjadi jika masyarakat tak bijaksana dalam melakukan kegiatannya.

Foto: Prayogi/Republika
Potensi kenaikan masih bisa terjadi jika warga tak bijaksana dalam berkegiatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat agar menyikapi tren penurunan kasus positif dengan bijaksana. Meskipun saat ini kasus positif menunjukan penurunan signifikan, Wiku mengingatkan potensi kenaikan masih bisa terjadi jika masyarakat tak bijaksana dalam melakukan kegiatannya.

“Pemerintah meminta kepada masyarakat agar tetap bijaksana dalam menyikapi perkembangan pandemi Covid-19 yang cukup positif ini. Penting untuk diingat, masih ada potensi kenaikan kasus apabila kita tidak bijaksana menyikapi masa-masa ini,” ujar Wiku saat konferensi pers.

Wiku mengatakan, Covid-19 tak akan hilang dalam waktu dekat ini. Karena itu, masyarakat harus tetap menjaga kewaspadaannya sehingga terhindar dari paparan Covid-19.

Perkembangan kasus Covid-19 selama penerapan PPKM di Jawa dan Bali ini terus mengalami perbaikan kasus. Berdasarkan evaluasi pemerintah, jumlah kabupaten kota yang berada di PPKM level 4 kini terus menurun, begitu juga dengan jumlah daerah yang berada di PPKM level 2 yang terus meningkat.

“Begitu juga dengan angka kasus konfirmasi harian, angka kematian, dan BOR yang terus mengalami perbaikan,” kata Wiku.

Sementara itu, evaluasi kebijakan PPKM di luar Jawa dan Bali dilakukan setiap dua minggu sekali, sedangkan evaluasi kondisi per daerah dilakukan per minggu. Wiku mengatakan, pemberlakukan PPKM di luar Jawa dan Bali akan difokuskan untuk mengakselerasi program vaksinasi yang diprioritaskan kepada lima kabupaten kota yang akan menyelenggarakan PON, dengan mengerahkan dinas kesehatan dan Polri.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile