Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Sekjen MUI: Patuhi Prokes Agar Sekolah bisa Tatap Muka 

Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi segala aspek kehidupan termasuk dunia pendidikan.

Red: Agung Sasongko
Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti
Guru memberikan penjelasan kuesioner pelacakan Covid-19 ke pelajar di SDN 015 Kresna, Cicendo, Kota Bandung, Jumat (15/10). Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan tes usap antigen secara acak bagi pelajar di sejumlah sekolah untuk memastikan kesehatan siswa dan mencegah terjadinya klaster penyebaran Covid-19 di sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Foto: Republika/Abdan Syakura
REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA Guru memberikan penjelasan kuesioner pelacakan Covid-19 ke pelajar di SDN 015 Kresna, Cicendo, Kota Bandung, Jumat (15/10). Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan tes usap antigen secara acak bagi pelajar di sejumlah sekolah untuk memastikan kesehatan siswa dan mencegah terjadinya klaster penyebaran Covid-19 di sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen MUI Amirsyah Tambunan mengatakan pandemi Covid-19 telah mempengaruhi segala aspek kehidupan termasuk dunia pendidikan. 

"Kami memang belum ada fatwa pandemi untuk masalah pendidikan, namun dalam pelaksanaan pembelajaran hendaknya dapat mengikuti prokes yang telah ditetapkan oleh Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020  tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19,"ujar dia dalam webinar Strategi dan inovasi pembelajaran di masa pandemi covid-19, Sabtu (17/10).

Dalam fatwa tersebut disebutkan setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit. Karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al Dharuriyat al Khams). 

Scroll untuk membaca

Kedua,  orang yang telah terpapar virus corona wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain. Baginya shalat jumat dapat diganti dengan shalat zuhur. Karena shalat jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara  massal. 

Baginya haram melakukan aktifitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah shalat lima waktu atau rawatib, shalat tarawih dan ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id

Berita Lainnya

Berita Terkait

Pelaksanaan PTM SD di Tangerang Belum Dapat Rekomendasi

jabodetabek-nasional - 17 October 2021, 07:20

Kominfo dan MUI Ajak Masyarakat Papua Bangkit dari Pandemi

khazanah - indonesia - 15 October 2021, 16:35

Tes Swab Antigen di Sekolah Penyelenggara PTM Terbatas (2)

nasional-inpicture - 15 October 2021, 14:00

Tes Swab Antigen di Sekolah Penyelenggara PTM Terbatas (1)

nasional-inpicture - 15 October 2021, 13:59

November 2021, Perkuliahan Tatap Muka (PTM) akan Dibuka

bina-sarana-informatika - 15 October 2021, 13:20

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>