Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Belajar dari Kasus Tanah Nirina Zubir

Kamis 18 Nov 2021 08:10 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah

Nirina Zubir

Nirina Zubir

Foto: Republika/Noer Qomariah Kusumawardhani
Aparat penegak hukum harus bersinergi memberantas kasus klasik mafia tanah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Nirina Zubir meradang. Keluarganya 'dikerjain' oleh orang yang cukup dikenalnya. Dia adalah mantan asisten rumah tangga (ART) dari ibundanya yang bernama Riri Khasmita. Berawal dari sertifikat tanah milik ibundanya disimpan, tapi kemudian dibuat seolah-olah hilang. 

Riri lalu meyakinkan ibunda Nirina bahwa sertifikatnya benar-benar hilang. Riri kemudian merekomendasikan seseorang untuk mengurus sertifikat tersebut.

Baca Juga

"Terus dia mengenalkan ke ibu saya orang yang bisa membantu ngurusin. Alih-alih dibantu, justru dia membalikkan surat atas nama saya dan kakak saya menjadi nama dia dan suaminya," kata Nirina.

Kasus ini pun sudah ditangani aparat kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Yusri Yunus menyampaikan penyidik telah menetapkan lima tersangka kasus mafia tanah yang menimpa keluarga artis Nirina Zubir. Perkara mafia tanah ini diduga berawal dari pengurusan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB).

"Awalnya (pelaku Riri Khasmita) dipercaya almarhumah (Cut Indria Martini) untuk mengurus pembayaran PBB diberi kuasa oleh almarhumah," ujar Yusri Yunus saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (18/11).

Yusri mengatakan, berangkat dari kepercayaan korban, pelaku mengubah kepemilikan beberapa sertifikat atas nama dirinya dan suaminya (Endrianto) yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian pelaku juga menggadaikan sertifikat tersebut digadaikan ke bank. Serta beberapa sertifikat lainnya dijual oleh pelaku.

"Ini yang dia gadaikan lagi dengan mengajak satu notaris untuk membantu para pelaku dan berubah sertifikat atas nama orang ini digadaikan, ada yang harganya Rp 1,5 miliar. Hasilnya dibagi rata oleh para pelaku," jelas Yusri.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile