Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

WHO Cemaskan Gelombang Baru Covid-19 di Eropa 

Ahad 21 Nov 2021 08:45 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

Petugas medis mengurus jenazah pasien Covid-9 di sebuah rumah sakit di Kakhovka, Ukraina, 29 Oktober 2021. Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa Dr Hans Kluge mengaku sangat mengkhawatirkan gelombang baru infeksi Covid-19 yang sedang terjadi di Eropa.

Petugas medis mengurus jenazah pasien Covid-9 di sebuah rumah sakit di Kakhovka, Ukraina, 29 Oktober 2021. Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa Dr Hans Kluge mengaku sangat mengkhawatirkan gelombang baru infeksi Covid-19 yang sedang terjadi di Eropa.

Foto: AP Photo/Evgeniy Maloletka
Warga Eropa diimbau lebih berpartisipasi dalam vaksinasi untuk cegah Covid-19 meluas.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa Dr Hans Kluge mengaku sangat mengkhawatirkan gelombang baru infeksi Covid-19 yang sedang terjadi di Benua Biru. Hal itu mendorong negara-negara di sana menerapkan lagi pembatasan sosial dan karantina wilayah (lockdown).

Kluge menjelaskan faktor-faktor seperti musim dingin dan cakupan vaksin yang masih rendah menjadi penyebab utama munculnya gelombang baru Covid-19 di Eropa. “Covid-19 sekali lagi menjadi penyebab kematian nomor satu di wilayah kami,” ujarnya kepada BBC, Ahad (21/11).

Baca Juga

Dia menyerukan agar lebih banyak warga Eropa berpartisipasi dalam vaksinasi. Di sisi lain, langkah-langkah kesehatan dasar masyarakat perlu diterapkan dan metode perawatan baru dikembangkan. Namun Kluge mengatakan, opsi vaksinasi wajib harus menjadi pilihan terakhir.

Menyusul munculnya gelombang baru Covid-19 di Eropa, sejumlah negara di sana memutuskan menerapkan kembali pembatasan sosial dan lockdown. Austria, misalnya, akan menerapkan lockdown nasional pada Senin (22/11). Saat ini negara tersebut tengah menghadapi gelombang keempat Covid-19.

Kanselir Austrian Alexander Schallenberg mengungkapkan, lockdown akan diberlakukan maksimal selama 20 hari. Kegiatan belajar mengajar harus kembali dilakukan secara daring. Tempat-tempat umum seperti restoran akan ditutup. Sementara acara-acara publik bakal dibatalkan.

Austria pun akan menjadi negara Eropa pertama yang mewajibkan vaksinasi Covid-19. “Kami tidak menginginkan gelombang kelima,” ujar Schallenberg pada Jumat (19/11), dikutip laman Sky News.

Sejauh ini 66 persen populasi di Austria telah divaksinasi lengkap. Jumlah itu merupakan salah satu yang terendah di Eropa barat. Sementara dalam hal tingkat infeksi, Austria menjadi yang tertinggi di Benua Biru. Ia mencatatkan 971,5 kasus per 100 ribu orang dalam sepekan. Kasus harian pun terus mencatatkan rekor.

Slovakia dan Republik Ceko juga telah mengumumkan penerapan pembatasan sosial yang lebih ketat. Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengungkapkan, saat ini situasi di negaranya adalah “darurat nasional”. Ia tak mengesampikan opsi penerapan lockdown nasional seperti Austria.

Selama sepekan terakhir, Inggris menggadapi peningkatan kasus baru Covid-19 dibandingkan negara-negara Uni Eropa. Hal itu sudah berlangsung sejak Juni lalu. Sejauh ini, dunia telah melaporkan 257,18 juta kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 5,1 juta jiwa.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile