Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

 

2 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Luhut: Peningkatan Kasus Omicron Tetap Terkendali 

Senin 24 Jan 2022 06:49 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Ratna Puspita

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, peningkatan kasus Covid-19 akibat varian omicron masih tetap terkendali hingga saat ini. (Foto: Luhut Binsar Pandjaitan)

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, peningkatan kasus Covid-19 akibat varian omicron masih tetap terkendali hingga saat ini. (Foto: Luhut Binsar Pandjaitan)

Foto: ANTARA/Fransisco Carolio
Kasus omicron lebih rendah 90 persen dibandingkan dengan kasus puncak Delta. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, peningkatan kasus Covid-19 akibat varian omicron masih tetap terkendali hingga saat ini. Jumlah kasus konfirmasi dan aktif harian pun juga tercatat masih lebih rendah dari 90 persen jika dibandingkan dengan kasus puncak Delta. 

 

"Meski kasus meningkat, pemerintah tetap dalam kendali penuh menghadapi varian Omicron. Peningkatan kasus relatif terkendali," kata Luhut saat konferensi pers evaluasi PPKM melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (24/1/2022). 

Baca Juga

Kendati demikian, ia mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat tak jemawa terhadap perkembangan kasus saat ini. Luhut menegaskan agar masyarakat tetap menjaga kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan. 

Menurut dia, sejak varian Omicron ditemukan satu bulan yang lalu di Indonesia hingga hari ini, belum terlihat tanda-tanda kenaikan kasus yang cukup eksponensial seperti di berbagai negara lainnya. Selain itu, angka BOR di Jawa Bali tercatat jauh lebih baik dibandingkan dengan awal kenaikan varian Delta, sedangkan angka kasus kematian di Jawa Bali juga masih rendah. 

"Sehingga memberikan ruang yang lebar sebelum mencapai batas mengkhawatirkan 60 persen. Kasus kematian harian di seluruh wilayah Jawa Bali selama 14 hari terakhir juga masih pada tingkat yang cukup rendah," ujar Luhut. 

Namun, pemerintah mencatat terjadinya peningkatan angka reproduksi efektif. Saat ini, angka RT di Jawa telah mencapai 1 dan Bali sudah lebih dari 1. 

Luhut menyebut, pemerintah akan mewaspadai tren kenaikan ini. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaannya dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan PeduliLindungi saat beraktivitas di tempat umum.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile