Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Polisi Amankan 99 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK 2

Rabu 26 Jan 2022 13:41 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ilham Tirta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan.

Foto: Prayogi/Republika
Para pelaku mengelola 14 aplikasi pinjol ilegal yang baru satu bulan beroperasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggerebek kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/1), malam. Dalam penggerebekan di Ruko 3 lantai ini, sebanyak 98 karyawan dan 1 manajer sebuah perusahaan peer to peer lending (P2P) diamankan polisi.

"Saya bersama Ditkrimsus mengamankan 99 orang terkait pinjol ilegal ini," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di PIK 2, Jakarta Utara, Rabu (26/1).

Baca Juga

Menurut Zulpan, kantor pinjol ini baru beroperasi sejak Desember 2021 atau satu bulan lalu. Para karyawan selama satu pekan penuh melakukan reminder sebelum satu atau dua hari sebelum jatuh tempo penagihan. Seluruh karyawan langsung diangkut ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kegiatan yang dilakukan pinjol di tempat ini, ini tiada henti dalam satu pekan. Mereka beroperasi terus setiap hari mulai jam 9 pagi sampai jam 7 malam," kata Zulpan.

Zulpan menegaskan, kegiatan pinjol ini melanggar ketentuan hukum. Yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan UU perlindungan konsumen, UU Nomor 8 Tahun 1999 khususnya Pasal 62.

Kata dia, pelaku pinjol ilegal ini bisa dipidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. "Ada 14 aplikasi yang mereka kelola di sini. Di antaranya adalah Dana Aman, Uang Rodi, Pinjaman Terjamin, Go Kredit, Dana Induk, Dana Online dan sebagainya," tutur Zulpan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile