Waspada, Tren Kasus Covid-19 di Kota Bandung Alami Kenaikan

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto

Cosplayer mengenakan masker saat menghibur pengunjung di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (29/1/2022). Berdasarkan data dari Global Initiative On Sharing All Influenza Data (GISAID) hingga Jumat (28/1/2022), kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 1.875 kasus. Dengan jumlah tersebut, Indonesia berada di salah satu urutan tertinggi kasus Omicron di Asia Tenggara. Foto: Republika/Abdan Syakura
Cosplayer mengenakan masker saat menghibur pengunjung di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (29/1/2022). Berdasarkan data dari Global Initiative On Sharing All Influenza Data (GISAID) hingga Jumat (28/1/2022), kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 1.875 kasus. Dengan jumlah tersebut, Indonesia berada di salah satu urutan tertinggi kasus Omicron di Asia Tenggara. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tren kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bandung mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Data pada pusat data dan informasi Covid-19 Kota Bandung menunjukkan hingga, Ahad (30/1/2022) kemarin kasus aktif naik menjadi 448. Sedangkan angka kematian sebesar 1.426 kasus.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Asep Gufron mengatakan, kenaikan kasus sejalan dengan upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan melaksanakan tes dan penelusuran terhadap pasien Covid-19. Khususnya ketika ditemukan enam warga Kota Bandung yang terpapar varian Omicron.

"Hasil pengembangan kemarin ada penambahan data kemarin itu ada tanggal 29 Januari ada sekitar 139 (kasus aktif). Nah hari ini belum masuk, bisa terdeteksi siang datanya," ujarnya saat dihubungi, Ahad (30/1/2022).

Dia mengatakan, 139 warga yang terkonfirmasi Covid-19 memiliki gejala ringan. Namun, pihaknya belum mengetes dengan whole genome sequensing apakah warga tersebut terpapar varian Omicron.

Terkait dengan enam pasien yang terpapar Omicron, Asep mengatakan, pasien tersebut sudah sembuh dan pulang. Sebelum kembali ke rumah masing-masing mereka dites PCR terlebih dahulu.

"Sudah pulang negatif karena dua kali PCR dan bergejala ringan," katanya. 

Dia menuturkan, dari hasil penelusuran terdapat 95 orang warga yang melakukan kontak erat dengan 6 pasien Omicron dan beberapa diantaranya positif Covid-19. Mereka yang terpapar sedang menjalani isolasi mandiri. Asep mengatakan, pihaknya terus melakukan pengetesan di tengah kasus yang mengalami kenaikan.

Dia menambahkan, positivity rate saat ini 1,6 persen sedangkan keterisian tempat tidur di rumah sakit sebesar 8,82 persen. Mereka yang memiliki gejala ringan disarankan melakukan isolasi mandiri sedangkan lansia, anak-anak dan bergejala berat bisa ke rumah sakit.

Terkait


Bertambah, Siswa Positif Covid-19 di Bandung Jadi 9 Orang

Austria Longgarkan Pembatasan Covid-19 Mulai Pekan Depan

Efek Samping Langka Covid-19: Ereksi Berkepanjangan, Anak Swedia 12 Tahun Mengalaminya

Kasus Naik Terus: Ini Panduan Waktu Tes Covid-19 Kalau Bergejala atau Kontak Erat

Dijuluki 'Omicron's Sister', Sub Varian BA.2 Bisa Dominasi Kasus di Inggris dalam Sebulan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image
Light Dark