Kamis 24 Feb 2022 23:12 WIB

Parpol Nonparlemen Sepakat Bentuk Sekber Koalisi Pilpres 2024

Partai-partai nonparlemen telah sepakat untuk membentuk Sekber Koalisi Pilpres 2024.

Pertemuan Ketua Umum parpol-parpol nonparlemen di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/2/2022), menghasilkan sejumlah poin penting, salah satunya pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Koalisi Pilpres 2024
Foto: Istimewa
Pertemuan Ketua Umum parpol-parpol nonparlemen di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/2/2022), menghasilkan sejumlah poin penting, salah satunya pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Koalisi Pilpres 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertemuan Ketua Umum parpol-parpol nonparlemen di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/2/2022) lalu, menghasilkan sejumlah poin penting, salah satunya pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Koalisi Pilpres 2024, menyusul total raihan suara yang menembus 13,6 juta, terbesar kedua setelah PDIP pada Pemilu 2019.

Pertemuan tersebut diinisiasi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sebagai parpol yang meraih suara terbesar pada Pemilu 2019 dari seluruh parpol nonparlemen.

Baca Juga

Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengatakan pembentukan Sekretariat Bersama tersebut akan diperuntukkan sebagai wadah bagi perjuangan parpol nonparlemen.

“Dibutuhkan Sekretariat Bersama yang sifatnya untuk wadah menyuarakan perjuangan kami,” kata Hary Tanoesoedibjo dalam rilisnya, Kamis (24/2/2022).

Pada pertemuan itu, Partai Perindo dihadiri oleh Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Sekjen Ahmad Rofiq. Kemudian, dari PSI hadir Ketua Umum Giring Ganesha dan Sekjen Dea Tunggaesti.

Sementara itu, dari PBB hadir Wakil Ketua Umum Tatang Zaenuddin dan Sekjen Afriansyah Noor. Kemudian untuk PKP dihadiri Yussuf Solichien. Adapun, dari Partai Garuda dihadiri oleh Ahmad Ridha Sabana dan Sekjen Abdullah Mansuri. Selanjutnya, Partai Hanura diwakili oleh Suhendri.

Ketua Umum PSI Giring Ganesha mengatakan bila pertemuan ini dilakukan terus, maka lahirlah kekuatan politik baru di Indonesia. "Sebuah koalisi besar yang dahsyat, karena di pundak kita yang ada di meja ini, ada 13,5 juta lebih suara," kata Giring.

Ketua Umum PKP Yussuf Solichien mengatakan pertemuan enam parpol nonparlemen merupakan poros baru dalam perpolitikan nasional. Koalisi itu dapat bekerja sama menyelesaikan permasalahan kehidupan berbangsa.

“Ini menurut saya suatu lompatan besar dari perpolitikan nasional. Tadi Bung Hary (Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo) mengatakan bahwa kita ada rencana untuk membentuk koalisi, tapi menurut saya barangkali kita akan membuat suatu poros baru dalam perpolitikan nasional ini,” kata Solichien.

Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana menyambut positif pertemuan parpol nonparlemen yang diinisiasi Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo tersebut, karena merupakan langkah awal yang produktif menuju Pemilu 2024.

"Pertemuan yang digagas Pak Hary dan teman-teman ini, saya kira akan sangat menjadi produktif di masa-masa mendatang, terutama di awal-awal sampai dengan nanti pada di saat nanti tahun 2024, tahun Pemilu kita," kata Ridha.

Wakil Ketua Umum PBB Tatang Zaenuddin mengatakan pertemuan enam parpol nonparlemen secara intens akan memonitor perkembangan dinamika politik Indonesia.

“Prinsipnya pertemuan atau silaturahmi ini kita akan lakukan secara intens dalam rangka terus memonitor perkembangan dinamika-dinamika politik di Indonesia,” ujar Tatang.

Adapun, Partai Hanura yang diwakili oleh Suhendri menyebutkan pihaknya

sepakat dan sepaham dengan apa yang didiskusikan partai politik nonparlemen itu.

"Ide baru ini kami kira sangat brilian. Hanura tentu akan mendukung dan akan selalu melangkah untuk mencapai apa yang kita rencanakan. Mudah-mudahan terus berlanjut dan akan terwujud," tegas Suhendri.

Dalam Pertemuan Ketua Umum Parpol Nonparlemen, Rabu (23/2/2022) tersebut, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), PSI, Partai Hanura, PKP, PBB dan Partai Garuda membahas wacana koalisi untuk Pemilu 2024. Ke depan, Partai Berkarya juga akan masuk dalam koalisi tersebut. Adapun, total suara ketujuh parpol itu pada Pemilu 2019 mencapai 13,6 juta suara.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement