Anggota DPR Sebut Pemerintah Lebih Siap Hadapi Omicron

Angka kematian dan BOR rumah sakit menurun sementara kesembuhan meningkat

Jumat , 11 Mar 2022, 05:16 WIB
Tenaga kesehatan merapikan tempat tidur pasien di Ruang Isolasi,  (ilustrasi). Pemerintah dinilai berhasil mengendalikan Omicron terlihat salah satuny dari BOR rumah sakit yang menurun. (ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Tenaga kesehatan merapikan tempat tidur pasien di Ruang Isolasi, (ilustrasi). Pemerintah dinilai berhasil mengendalikan Omicron terlihat salah satuny dari BOR rumah sakit yang menurun. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini mengatakan bahwa pemerintah lebih siap menghadapi varian Omicron yang terlihat dari tiga aspek, yaitu pelaksanaan pengetesan, pelacakan, dan penanganan.

"Sementara, kesiapan rumah sakit antara lain ditunjukkan dari penyediaan obat dan oksigen. Oksigen menjadi hal paling krusial sewaktu menghadapi varian Delta, terutama bagi pasien yang punya komorbid," kata Yahya Zaini kepada wartawan di Jakarta Jumat (11/3/2022).

Baca Juga

Dia melihat pelaksanaan testing dan tracing juga lebih baik, sehingga wajar pengendalian Omicron dapat dilakukan secara lebih baik, dan kasusnya lebih cepat menurun. "Angka kematian juga menurun, BOR rumah sakit juga menurun, sedangkan tingkat kesembuhan meningkat. Hal ini juga tidak bisa dilepaskan karena vaksinasi lengkap yang sudah mencapai 70 persen. Pendek kata, pemerintah lebih siap menghadapi gelombang ketiga tersebut," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan di samping penanganan yang lebih baik, dampak Omicron juga tidak terlalu fatal atau lebih ringan dibanding varian Delta. "Sehingga ada orang yang positif 5 hari sudah sembuh atau negatif dan paling lama rata-rata 10 hari sudah negatif," kata dia.

Yahya menilai vaksinasi juga memegang peranan penting, karena orang yang telah divaksin mempunyai kekebalan yang lebih tinggi. Dia mengatakan vaksinasi sudah mencapai angka 70 persen atau sudah mencapai herd immunity.

"Hanya saja yang masih perlu dipacu adalah vaksin untuk lansia. Karena masih di bawah 70 persen. Data menunjukkan tingkat kematian tertinggi ada pada kelompok yang belum divaksin, usia lansia dan punya komorbid," ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Wenny Haryanto mengaku bersyukur dan turut bahagia dengan turunnya kasus Covid-19 varian Omicron. "Kita patut mengapresiasi kinerja pemerintah yang berupaya dengan maksimal agar Covid-19 ini tidak mudah menyebar, dengan berbagai upaya salah satunya mempercepat vaksinasi yang saat ini kita ketahui sudah berjalan dengan sangat baik," kata Wenny Haryanto.

Wenny juga mengaku sangat bahagia mendengar angka kesembuhan meningkat atau korban fatal akibat Omicron tidak sebanyak saat gelombang sebelumnya. "Karena dengan meningkatnya tingkat kesembuhan masyarakat yang terpapar Covid-19 varian Omicron, ini menunjukkan jika kekebalan imun masyarakat sudah mulai membaik dan meningkat, sesuai dengan harapan kita semua," katanya.

Menurut Wenny salah satu faktor kondisi yang lebih baik saat ini adalah vaksinasi. Namun, dia juga mengatakan ada berbagai faktor lain seperti tetap menjaga protokol kesehatan 5M yang juga jadi salah satu faktor pencegahan secara preventif yang masih dilakukan pemerintah dan masyarakat hingga saat ini. "Dan kita apresiasi karena masyarakat juga mendukung program dari pemerintah seperti vaksinasi, dan tetap menjaga protokol kesehatan 5M di dalam kehidupan sehari-harinya," ujarnya.

Sumber : antara