Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kemenkes: Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 Masih Mungkin Terjadi

Sabtu 12 Mar 2022 09:31 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda

Sekertaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, potensi kenaikan kasus Covid-19 masih mungkin terjadi.

Sekertaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, potensi kenaikan kasus Covid-19 masih mungkin terjadi.

Foto: Dok Kemenkes
Kunci untuk menekan kasus Covid-19 adalah dengan percepatan vaksinasi lengkap

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekertaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, potensi kenaikan kasus Covid-19 masih mungkin terjadi. Hal ini lantaran reproduction number masih cukup tinggi. Reproduction number atau angka reproduksi adalah rata-rata banyak orang yang terinfeksi akibat terpapar dari 1 orang yang positif atau sakit.

"Potensi penularan kasus masih masih mungkin terjadi ya, kalau kita melihat tadi reproduction number kita masih di atas satu artinya masih ada penularan yang cukup tinggi dan perlu kita lihat positivity rate masih sekitar 13 persen 14 persen," kata Nadia dalam diskusi daring, Sabtu (12/3/2022).

Baca Juga

"Jadi potensi penularan bisa saja terjadi," sambung Nadia.

Nadia mengatakan kunci untuk menekan kasus Covid-19 adalah dengan percepatan vaksinasi lengkap dan booster untuk membentuk kekebalan kelompok di tahun ini. Nadia menggarisbawahi vaksinasi yang dikejar saat ini adalah untuk para kelompok rentan agar terlindung.

"Karena kita sudah lihat ya, datanya bahwa yang kasus yang parah dan meninggal itu adalah kelompok rentan, jadi prioritas utama kelompok rentan ini," ujar Nadia.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi kenaikan kasus adalah dengan mempersiapkan secara matang mitigasi bila terjadi peningkatan kasus.

"Jadi yang paling penting peningkatan kasus itu masih bisa kita tangani dengan baik dan tidak menjadi beban fasilitas pelayanan kesehatan," ujar Nadia.

Diketahui, angka penurunan kasus aktif Covid-19 terus turun secara konsisten sejak akhir Februari 2022 lalu. Hingga Jumat (11/3/2022), vaksinasi dosis 1 telah diberikan kepada 193.118.158 (92,73 persen) penduduk. Kemudian pemberian vaksinasi dosis 2 juga telah dilakukan kepada 150.481.249 (72,25 persen) penduduk. Selain itu vaksinasi dosis 3 atau booster sudah diberikan kepada 14.211.590 (6,82 persen) penduduk. Laju vaksinasi per Jumat berada di angka 945.192 dosis.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile