Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

26 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tembus Lima Juta Penonton, Produser: 'KKN di Desa Penari' Kalahkan Doctor Strange

Senin 16 May 2022 10:37 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Rilis 'KKN di Desa Penari' di Malaysia dan Singapura juga kalahkan 'Doctor Strange'.

Rilis 'KKN di Desa Penari' di Malaysia dan Singapura juga kalahkan 'Doctor Strange'.

Foto: Youtube
Rilis 'KKN di Desa Penari' di Malaysia dan Singapura juga kalahkan 'Doctor Strange'.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produser film “KKN di Desa Penari” Manoj Punjabi sama sekali tak menyangka jumlah penontonnya bisa menjangkau lima juta lebih. Bahkan mampu mengalahkan jumlah layar film superhero “Doctor Strange: In the Multiverse of Madness”.

“Film Doctor Strange kalah sama kita (KKN di Desa Penari). Itu sesuatu yang luar biasa, dan saya puas karena bisa mengalahkan film luar negeri. Padahal di awal-awal layar mereka lebih banyak,” jelas Manoj, saat dihubungi Republika.co.id, Senin (16/5/2022).

Baca Juga

Manoj juga mengabarkan bahwa film horor yang disutradarai Awi Suryadi ini disambut antusias oleh pecinta film di Malaysia dan Singapura. Dari pantauan Manoj, saat ini jumlah layar untuk film “KKN di Desa Penari” di Malaysia mencapai 12 layar.

Doctor Strange di Malaysia cuma empat layar, kita sampai 12 layar. Mudah-mudahan bisa terus bertambah,” harap Manoj.

Manoj tak secara gamblang mengungkap berapa keuntungan yang sejauh ini didapat. Namun dia mengakui bahwa film horor tersebut sudah meraup pendapatan yang fantastis.

“Biaya produksi bukan ketutup lagi, udah sangat sehat, sangat positif. Apalagi harga tiket di bioskop naik karena film ini dirilis pas lebaran,” kata Manoj.

Rupanya, Manoj sudah memiliki firasat bahwa film yang terinspirasi dari kisah nyata ini akan disambut antusias oleh pecinta film di Indonesia. Karena keyakinannya itulah, dia bahkan tak melepas film itu saat ditawar oleh layanan OTT hingga puluhan miliar.

“Saya yakin sejak awal film ini punya potensi. Jadi pas ditawar OTT sampai puluhan miliar saya nggak jual. Padahal saat itu lagi krisis, lagi gawat banget deh, karena pandemi lagi parah dan film banyak yang ketahan,” kata Manoj.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile