Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

3 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Keuntungan Mengerjakan Amal Baik Disertai Iman

Sabtu 28 May 2022 14:00 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

Keuntungan Mengerjakan Amal Baik Disertai Iman. Foto: Ilustrasi ibadah di rumah.

Keuntungan Mengerjakan Amal Baik Disertai Iman. Foto: Ilustrasi ibadah di rumah.

Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Pengertian kehidupan yang baik ini dijelaskan dalam Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menjelaskan bahwa akan memberikan kehidupan yang baik dan pahala yang lebih baik bagi mereka yang mengerjakan amal baik dalam keadaan beriman. Pengertian kehidupan yang baik ini dijelaskan dalam tafsir Surah An-Nahl Ayat 97.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Baca Juga

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS An-Nahl: 97)

Tafsir Kementerian Agama menerangkan, dalam ayat ini Allah SWT berjanji bahwa Allah SWT benar-benar akan memberikan kehidupan yang bahagia dan sejahtera di dunia kepada hamba-Nya, baik laki-laki maupun perempuan yang mengerjakan amal saleh yaitu segala amal yang sesuai petunjuk Alquran dan sunnah Rasul, sedang hati mereka penuh dengan keimanan.

Dari 'Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup dan menerima dengan senang hati atas pemberian Allah." (Riwayat Ahmad)

Kehidupan bahagia dan sejahtera di dunia ini adalah suatu kehidupan di mana jiwa manusia memperoleh ketenangan dan kedamaian karena merasakan kelezatan iman dan kenikmatan keyakinan.

Jiwanya penuh dengan kerinduan akan janji Allah, tetapi rela dan ikhlas menerima takdir.

Jiwanya bebas dari perbudakan benda-benda duniawi, dan hanya tertuju kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapatkan limpahan cahaya dari-Nya.

Jiwanya selalu merasa puas terhadap segala yang diperuntukkan baginya, karena ia mengetahui bahwa rezeki yang diterimanya itu adalah hasil dari ketentuan Allah SWT.

Adapun di akhirat dia akan memperoleh balasan pahala yang besar dan paling baik dari Allah karena kebijaksanaan dan amal saleh yang telah diperbuatnya serta iman yang bersih yang mengisi jiwanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile