Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

 

30 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Puluhan Perempuan Afghanistan Demo Taliban Tuntut Hak Pendidikan

Ahad 29 May 2022 23:42 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Perempuan Afghanistan. Puluhan perempuan Afghanistan menggelar demonstrasi menuntut pemenuhan hak-hak mereka, terutama di bidang pendidikan, Ahad (29/5/2022).

Perempuan Afghanistan. Puluhan perempuan Afghanistan menggelar demonstrasi menuntut pemenuhan hak-hak mereka, terutama di bidang pendidikan, Ahad (29/5/2022).

Foto: AP Photo/Mstyslav Chernov
Taliban menolak seruan Dewan Keamanan PBB untuk mencabut pembatasan untuk perempuan

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL – Puluhan perempuan Afghanistan menggelar demonstrasi menuntut pemenuhan hak-hak mereka, terutama di bidang pendidikan, Ahad (29/5/2022). Sejak Taliban berkuasa kembali di Afghanistan, mereka telah mengekang kembali kehidupan kaum perempuan di sana.

 

“Pendidikan adalah hak saya! Buka kembali sekolah!” teriak para perempuan Afghanistan dalam aksi mereka di depan gedung Kementerian Pendidikan, dilaporkan laman Al Arabiya.

Baca Juga

Mengingat peraturan baru pemerintahan Taliban tentang busana perempuan di ruang publik, banyak dari peserta aksi yang mengenakan cadar. Unjuk rasa itu mendapat penjagaan dari anggota Taliban.

“Kami ingin membacakan sebuah deklarasi, tapi Taliban tidak mengizinkannya. Mereka mengambil ponsel milik beberapa gadis serta mencegah kami mengambil foto atau video aksi protes kami,” ujar Zholia Parsi, salah satu perempuan Afghanistan yang berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut.

Setelah menyampaikan aspirasi dan tuntutannya, para peserta aksi bubar secara damai. Baru-baru ini, Taliban menolak seruan Dewan Keamanan PBB untuk mencabut pembatasan yang diterapkan pada kaum perempuan di Afghanistan, termasuk dalam hal akses pendidikan, kebebasan bergerak, dan pekerjaan. Taliban pun enggan mengubah keputusannya perihal kewajiban perempuan Afghanistan mengenakan burqa saat berada di ruang publik.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Taliban mengatakan, keprihatinan Dewan Keamanan atas kehidupan kaum perempuan di Afghanistan tidak berdasar. Taliban turut mempertanyakan mengapa mereka harus mencabut peraturan tentang kewajiban mengenakan burqa bagi perempuan Afghanistan.

“Karena masyarakat Afghanistan mayoritas Muslim, pemerintah Afghanistan menganggap ketaatan jilbab Islam sejalan dengan praktik agama dan budaya masyarakat,” kata Kemenlu Taliban, Jumat (27/5/2022) lalu.

Pada Selasa (24/5) lalu, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi resolusi berisi kritikan terhadap pemerintahan Taliban di Afghanistan. Resolusi itu menyoroti dibatasinya perempuan Afghanistan memperoleh pendidikan, mengakses pekerjaan di pemerintahan, dan kebebasan bergerak.

Dewan Keamanan PBB meminta Taliban segera mencabut kebijakan dan praktik yang saat ini membatasi hak asasi manusia (HAM) serta kebebasan mendasar kaum perempuan, termasuk anak perempuan, di Afghanistan. Mereka juga menyerukan Taliban membuka kembali semua sekolah untuk seluruh siswi di negara tersebut. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile