REPUBLIKA.CO.ID, TANGSEL – Polisi Resor (Polres) Kabupaten Tangerang, Banten, mensinyalir sebanyak 27 Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) Pilgub Banten yang berpotensi rawan konflik di Tangerang Selatan (Tangsel).
Titik rawan tersebut tersebar merata. Salah satunya dikawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).
Kapolres Kabupaten Tangerang, Wahyu Widada, mencontohkan daerah rawan konflik adalah di mana di satu tempat ada beberapa pasang calon gubernur. Untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, pihaknya telah melakukan upaya pola pengamanan.
Ada dua pola pengamanan. Pertama, pola aman yakni menempatkan satu petugas polisi dan delapan petugas linmas di tempat. Sedangkan pola pengamanan rawan yakni menempatkan satu petugas polisi dan dua petugas linmas di satu TPS.
Mengenai pelaku kerusuhan yang disinyalir akan terjadi pada saat pemungutan hingga penghitungan suara, Wahyu mengaku tidak menginstruksikan melakukan tindakan yang ekstrim terhadap personilnya, termasuk tembak ditempat bagi perusuh. "Semua kan sudah ada protapnya. Tindakan yang dilakukan tim keamanan harus bisa dipertanggungjawabkan," ujar Wahyu usai meninjau logistik Pilgub di Kecamatan Pondok Aren.
Pengamanan Pemilihan Gubernur akan dilakukan secara bertahap. Untuk keseluruhan acara kampanye, Wahyu memastikan semuanya berjalan secara lancar. Untuk kampanye sendiri selama ini, Polres mengerahkan 600 personil keamanan.
Saat meninjau ke lokasi logistik, Polres Tangerang ditemui langsung oleh Camat Pondok Aren, Apendi. Lokasi penyimpanan logistik pilgub telah digembok dan dijaga aparat untuk keamanaan menjelang hari pemungutan suara, 22 Oktober mendatang.