Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kemenkeu Catat Realisasi Padat Karya di NTT Serap 7.124 Naker

Rabu 06 Jul 2022 18:55 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan desa (ilustrasi). Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pelaksanaan Program Padat Karya di Nusa Tenggara Timur selama Januari-Juni 2022 telah menyerap sebanyak 7.124 tenaga kerja (naker) yang tersebar di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan desa (ilustrasi). Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pelaksanaan Program Padat Karya di Nusa Tenggara Timur selama Januari-Juni 2022 telah menyerap sebanyak 7.124 tenaga kerja (naker) yang tersebar di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Naker dalam Program Padat Karya untuk pembangunan berbagai infrastruktur.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pelaksanaan Program Padat Karya di Nusa Tenggara Timur selama Januari-Juni 2022 telah menyerap sebanyak 7.124 tenaga kerja (naker) yang tersebar di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

 

"Tenaga kerja yang terserap dalam Program Padat Karya tersebut untuk pembangunan berbagai infrastruktur seperti pertanian, penanggulangan bencana, dan fasilitas umum lainnya," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan NTT Kementerian Keuangan Catur Ariyanto Widodo dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan dampak Program Padat Karya terhadap penyerapan tenaga kerja di NTT. Padat Karya, kata dia, merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan pemerintah untuk mendorong kebangkitan perekonomian di daerah dari dampak pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Ia menyebutkan anggaran negara yang disalurkan untuk Padat Karya di NTT terealisasi sebesar Rp 51,74 miliar. Catur mengatakan dengan penyerapan sebanyak 7.124 orang tenaga kerja maka masyarakat memiliki sumber penghasilan untuk menghidupkan perekonomian rumah tangga.

"Jadi meskipun pandemi masyarakat juga tetap bekerja dan memperoleh penghasilan melalui berbagai proyek pembangunan di daerah," katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya sumber penghasilan masyarakat ini maka diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga perekonomian bisa segera bangkit kembali. Catur mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus berkinerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah baik melalui Program Padat Karya, bantuan sosial, penyaluran kredit, dan sebagainya.

Oleh karena itu, kata dia masyarakat juga perlu turut berperan serta mengawal pelaksanaan APBN di daerah guna memastikan tujuannya tepat sesuai sasaran dan dapat memberikan manfaat yang optimal.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile