Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pandemi Belum Berakhir, Jokowi Ingatkan Masker Jadi Keharusan

Ahad 10 Jul 2022 03:45 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bilal Ramadhan

Presiden Jokowi mengingatkan pandemi belum berakhir dan masker masih jadi keharusan.

Presiden Jokowi mengingatkan pandemi belum berakhir dan masker masih jadi keharusan.

Foto: istimewa/tangkapan layar
Presiden Jokowi mengingatkan pandemi belum berakhir dan masker masih jadi keharusan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap mengenakan masker saat beraktivitas baik di dalam maupun di luar ruangan.

 

"Oleh sebab itu, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan memakai masker adalah masih sebuah keharusan," ujar Jokowi usai melaksanakan ibadah shalat ied di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (10/7/2022).

Baca Juga

Pemakaian masker ini, kata Jokowi, utamanya perlu dilakukan di daerah yang interaksi masyarakatnya masih tinggi. Presiden pun mengingatkan pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten serta TNI dan Polri untuk terus melakukan vaksinasi booster Covid-19 kepada masyarakat.

"(Booster) Karena memang ini diperlukan," kata dia.

Jokowi mengatakan, baik pemerintah dan masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi penularan Covid-19, utamanya varian BA.4 dan BA.5.

Jika dibandingkan dengan negara lain, angka kasus di Indonesia saat ini pun dinilai masih terkendali. Di beberapa negara lainnya, kata Jokowi, penambahan angka kasus harian Covid-19 bahkan masih mencapai 100 ribu.

"Kita tetap harus hati-hati, harus waspada karena memang faktanya Covid masih ada, utamanya varian BA.4 dan BA.5 di semua negara. Alhamdulillah kita masih berada di angka-angka yang masih terkendali. Negara-negara lain ada yang masih 100 ribu kasus hariannya, itu yang harus kita waspadai," jelas Jokowi.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile