Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

 

1 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

PBNU Ganti Mardani Marming dengan Gus Gudfan

Rabu 10 Aug 2022 12:46 WIB

Red: Joko Sadewo

Waketum PBNU, Nusron Wahid menginformasikan penggantian Mardani dengan Gus Gudfan. (foto ilustrasi).

Waketum PBNU, Nusron Wahid menginformasikan penggantian Mardani dengan Gus Gudfan. (foto ilustrasi).

Foto: istimewa
Penggantian ini dilakukan setelah PBNU gelar Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengganti bendahara umumnya,  Mardani Maming yang terjerat kasus korupsi. Pengganti bendahara umum PBNU ini adalah H. Gudfan Arif Ghofur.

 

Penggantian ini dilakukan setelah PBNU menggelar Rapat Harian Syuriyah dan Tangidziyah PBNU di Yogjakarta, Rabu (10/8/2022). Dalam siaran pers yang diterima Republika, rapat ini dihadiri Rois Aam KH Miftachul Achyar dan Wakil Rois Aam KH Afifudan Muhajir, Katib Aam KH Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya,  Cholil Staquf, Sekjen Saifullah Yusuf, Waketum Nusron Wahid dan beberapa kyai dan ulama lainnya.

"Ya betul. Tadi diputuskan secara bulat dalam rapat harian Syuriyah dan Tanfidziyah. Beliau Gus Gudfan selama Pak Bemdum Maming nonaktif, difungsikan sebagai Plt Bendahara Umum PBNU," kata Nusron Wahid, Rabu (10/8/2022).

Gudfan Arif adalah putra KH Abdul Ghofur, Pengasuh Ponpes Sunan Drajat Lamongan. Nusron yakin Gudfan yang berlatar pengusaha itu punya kapabilitas untuk menjadi bendahara umum.

"Kami yakin beliau mampu. Selain santri dan putra kyai beliau juga pengusaha muda yang bergerak di sektor riil, IT, Migas dan tambang. Kami yakin beliau akan atraktif dan dinamis,” kata Nusron dalam siaran pers itu.

Nusron Wahid juga berharap dengan penunjukan Gudfan ini, maka polemik terkait kasus korupsi yang membelit Mardani Maming di Komisi Pemberantasan Korupsi bisa segera berakhir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile