Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Gelombang Panas Keringkan Sungai Yangtze

Senin 15 Aug 2022 12:55 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Suhu udara di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze mencapai 40 derajat Celcius selama satu bulan terakhir.

Suhu udara di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze mencapai 40 derajat Celcius selama satu bulan terakhir.

Foto: EPA
Suhu udara di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze mencapai 40 derajat Celcius

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Daerah-daerah yang mengandalkan Sungai Yangtze, China, menggunakan pompa air dan roket penyemaian awan karena kekeringan menurunkan permukaan air dan mengancam panen. Gelombang panas diperkirakan akan berlangsung selama dua pekan.

 

Suhu udara di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze mencapai 40 derajat Celcius selama satu bulan terakhir. Pakar mengatakan hal ini disebabkan variasi yang picu perubahan iklim di dataran tinggi subtropis Pasifik barat yang menentukan suhu musim panas seluruh Asia timur.

Surat kabar pemerintah Shanghai, Guangming Daily melaporkan karena panen musim gugur terancam. Kementerian Pertanian mengerahkan 25 tim ke daerah-daerah kunci untuk mengambil tindakan melindungi lahan pertanian.

Pada Senin (15/8/2022) pakar Pusat Iklim Nasional China memberitahu Harian Kementerian Teknologi dan Sains China, gelombang panas akan berlangsung selama dua pekan lagi. Suhu ekstrem tahun ini menjadi yang terlama sejak catatan mengenai itu dicatat pada tahun 1961.

Pada Juli lalu curah hujan Sungai Yangtze turun hingga 30 persen dibandingkan biasanya dan turun 60 persen pada bulan Agustus. Komisi Sumber Daya Air Sungai Yangtze mengatakan anak sungai Yangtze "terendah" dalam catatan sejarah.

Permukaan air Danau Poyang di Provinsi Jiangxi, China Tengah, yang berperan besar dalam mengatur aliran air Sungai Yangtze selama musim panas, turun dari tingkat normal selama musim dingin kering. Setelah curah hujan turun 50 persen dari biasanya pada bulan Juli.

Media melaporkan desa-desa yang mengandalkan air dari danau itu terpaksa menggunakan pompa untuk mengairi sawah padi mereka. Kota Chongqing di barat daya, menghadapi musim panas terpanas dalam catatan yang ditulis sejak 1961.  

Media melaporkan 900 roket penyemai awan telah digunakan untuk menciptakan hujan. Daerah lain melakukan modifikasi cuaca lainnya.

China biasanya melepaskan air dari Bendungan Tiga Ngarai untuk mengatasi kekeringan Sungai Yangtze. Tapi data pemerintah menunjukkan aliran sungai tahun ini hanya setengah dari tahun lalu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile