Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bima Arya Sebut Pemulihan Ekonomi Bergerak Lebih Cepat

Kamis 18 Aug 2022 00:16 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto

Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Pemulihan ekonomi di Kota Bogor bergerak lebih cepat dibanding daerah-daerahg lain.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan, pemulihan ekonomi di Kota Bogor pascapandemi Covid-19 bergerak lebih cepat. Namun ia mengakui pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir.

 

Menurutnya, semua berhasil melewati masa-masa sulit, mungkin menjadi masa paling sulit sepanjang sejarah Kota Bogor. Pada 2020-2021 data menunjukkan, 70 persen warga Kota Bogor terdampak penghasilannya, 40 persen warga sempat kehilangan pekerjaan, PAD Kota Bogor anjlok, dan ada sekitar 300 anak Kota Bogor kehilangan orang tua.  

Baca Juga

“Hari ini keadaan dan situasi jauh lebih baik, pemulihan ekonomi di Kota Bogor bergerak lebih cepat dibandingkan daerah lain. Pertumbuhan ekonomi naik 4,17 persen dari minus 0,41 persen pada 2020 menjadi 3,76 persen pada 2021. Ini angka yang sangat baik jauh melebihi rata-rata kota lain yang dampaknya lebih tajam dibanding Kota Bogor,” paparnya, Rabu (17/8/2022).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor naik 10 persen dari Rp 872 Miliar pada 2020 menjadi Rp 966 Miliar pada 2021. Dengan kerja keras PAD Tahun 2022 ditargetkan naik 12 persen dibandingkan pada tahun 2021 menjadi Rp 1,1 Triliun.

“Dan untuk 2023, ditargetkan mencapai angka pertumbuhan yang lebih tinggi dan PAD yang lebih tinggi,” jelasnya. 

Di sisi lain, masa pandemi UMKM Kota Bogor justru bangkit lebih cepat dan berlari lebih kencang berkat dukungan semua, bantuan pemerintah serta ikhtiar luar biasa para pelaku UMKM.

Tahun 2020 tercatat ada 26 ribu pelaku UKM. Pandemi melahirkan banyak pelaku UKM baru hingga berjumlah 68 ribu pada 2021, terutama dengan adanya bantuan UKM dari pemerintah dan korban PHK yang membuka usaha. Di tahun 2022 ini jumlahnya makin bertambah hingga 77 ribu pelaku UKM. 

“Semua angka-angka tersebut bukan hanya menunjukkan bahwa kita telah kerja keras, tetapi juga kita bekerja secara bersama-sama dengan pihak terkait di Kota Bogor. Apresiasi bagi Forkopimda, DPRD, jajaran ASN Kota Bogor, RT, RW, PKK, LPM dan pihak lainnya sehingga semua bergerak lebih cepat dan bekerja bersama-sama. Tahun ini dan tahun-tahun ke depan APBD Kota Bogor akan kembali sehat dan akan semakin sehat, sehingga akan lebih banyak lagi rupiah yang akan dikucurkan untuk kemaslahatan warga Kota Bogor,” katanya. 

Tahun depan, dia menyebutkan, Pemerintah Kota Bogor menganggarkan Rp 57 miliar untuk memperbaiki bangunan sekolah yang tidak layak, Rp 314 miliar untuk fasilitas dan layanan kesehatan, Rp 108 miliar bantuan khusus untuk membantu warga yang miskin dan kita anggarkan lebih Rp 100 miliar untuk fasilitas publik yang bisa dinikmati oleh publik dan warga Kota Bogor.

“Ruang terbuka untuk warga Kota Bogor akan selalu jadi prioritas utama kita dan selalu menjadi hal yang diutamakan Pemerintah Kota Bogor. Ruang-ruang terbuka  akan dinikmati oleh warga dengan fasilitas yang lebih baik, tidak saja jalur pedestrian tetapi juga taman-taman kota, tempat olahraga, ruang  berekspresi, ruang bersama dengan keluarga dan kita semua untuk memperkuat rasa kebersamaan kita,” jelas Bima Arya.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile