Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

10 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tegas! Aturan FIFA Larang Polisi Bawa Gas Air Mata ke Stadion, Apalagi Digunakan

Ahad 02 Oct 2022 09:35 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

Foto udara kondisi Stadion Kanjuruhan usai kerusuhan di stadion tersebut, Malang, Jatim, Ahad (2/10/2022). Berdasarkan data dari Rumah Sakit Saiful Anwar hingga pukul 13:00 WIB sedikitnya 129 korban dilaporkan meninggal dunia dalam kerusuhan tersebut.

Foto udara kondisi Stadion Kanjuruhan usai kerusuhan di stadion tersebut, Malang, Jatim, Ahad (2/10/2022). Berdasarkan data dari Rumah Sakit Saiful Anwar hingga pukul 13:00 WIB sedikitnya 129 korban dilaporkan meninggal dunia dalam kerusuhan tersebut.

Foto: ANTARA/Naufal Ammar
Tak tahan dengan gas air mata, para suporter berebutan keluar stadion.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam menyisakan duka mendalam. Sampai saat ini, angka korban meninggal dunia terus bertambah dan sudah mencapai 170-an lebih sampai Ahad (2/10/2022) sore.

Banyaknya korban jiwa ini bukan karena bentrokan antar suporter Arema maupun Persebaya. Sebab, hanya suporter Arema yang diperbolehkan mengisi stadion. 

Baca Juga

Ironisnya, pemicu tragedi diawali suporter yang masuk ke lapangan, kemudian ditanggapi dengan eksesif oleh petugas keamanan. Pihak kepolisian menembakkan gas air mata, tidak hanya ke lapangan, melainkan juga ke tribun dengan dalih mencegah suporter lebih banyak masuk ke lapangan.

Akibatnya terjadi chaos. Tak tahan dengan gas air mata, para suporter berebutan keluar stadion. Namun sebagian besar karena terinjak saat berdesakan menuju pintu keluar. 

Lalu mengapa polisi bisa dan dibolehkan melepaskan tembakan gas air mata? Padahal, dalam aturan FIFA, jangankan menembakan gas air mata. Polisi dan pihak keamanan lainnya dilarang membawa barang tersebut ke dalam stadion.

Dalam aturan Keamanan dan Pengamanan Stadion FIFA, pasal 19 ayat b menyatakan, tidak boleh ada senjata api dan gas air mata yang dibawa maupun digunakan. Aturan ini jelas dan tegas. Tidak ada pertandingan di mana pun polisi atau pihak pengamanan menggunakan gas air mata untuk mengendalikan masa di dalam stadion.

Dalam prosedur FIFA juga harus ada manajemen risiko sebelum pertandingan. Pihak pengamanan sudah punya langkah antisipatif terhadap pertandingan-pertandingan berisiko tinggi.

Entah mengapa polisi yang melakukan pengamanan pertandingan Liga 1 tersebut diizinkan membawa gas air mata, seolah ingin menghadang pendemo. Padahal stadion merupakan tempat berkumpulnya orang banyak dengan pintu keluar terbatas. FIFA belum memberikan komentar atas tragedi ini. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile