Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pengadilan Rwanda Bebaskan 3 Jurnalis yang Ditahan Selama 4 Tahun

Kamis 06 Oct 2022 10:05 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Pengadilan Rwanda bebaskan tiga jurnalis yang ditahan selama empat tahun atas dakwaan penyebaran informasi palsu dengan niat menghasut kekerasan dan merusak citra negara.

Pengadilan Rwanda bebaskan tiga jurnalis yang ditahan selama empat tahun atas dakwaan penyebaran informasi palsu dengan niat menghasut kekerasan dan merusak citra negara.

Foto: www.examiner.com
Tiga jurnalis didakwa atas penyebaran informasi palsu dengan niat rusak citra negara

REPUBLIKA.CO.ID, KIGALI -- Pengadilan Rwanda bebaskan tiga jurnalis yang ditahan selama empat tahun atas dakwaan penyebaran informasi palsu dengan niat menghasut kekerasan dan merusak citra negara. Mereka dibebaskan dari semua dakwaan.

Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan Rwanda negara sub-Sahara Afrika yang memiliki catatan paling buruk dalam memenjarakan jurnalis. Kelompok HAM menuduh pemerintah menggunakan cara otoriter untuk membungkam pembangkang. Pemerintah Rwanda menolak tuduhan itu dengan mengatakan mereka menjamin kebebasan berbicara.

Baca Juga

Jean Damascène Mutuyimana, Niyodusenga Schadrack dan Jean Baptiste Nshimiyimana merupakan reporter saluran Youtube Iwacu TV. Pihak berwenang menangkap mereka pada Oktober 2018 atas tuduhan penyebaran rumor dan memicu kerusuhan.

Lembaga perlindungan jurnalis, Committee to Protect Journalists mengatakan berulang kali permintaan pembebasan dengan jaminan sebelum pengadilan mereka ditolak.

"Tidak ada bukti untuk membuktikan publikasi mereka memicu kekerasan," kata salah satu dari tiga hakim yang memimpin jalannya sidang, Speciose Nyirabagande, Rabu (5/10/2022).

Pengacara tiga reporter itu  Jean Paul Ibambe mengatakan ia menyambut baik pembebasan ini. Tapi ia mengkritik lamanya penahanan pra-sidang.

"Bayangkan menjalani masa tahanan selama empat tahun, pengadilan seharusnya mempercepat prosedurnya bukannya justru membuatnya sangat lama," kata Ibambe.

Juru bicara jaksa tidak menanggapi permintaan komentar.

"Kelegaan pada pembebasan tiga jurnalis dibayangi kegagalan pengadilan menghentikan sidang palsu sebelumnya," kata direktur Human Right Watch wilayah Afrika Tengah, Lewis Mudge.

"Fakta tuntunan ini dilakukan akan mengirim pesan mengerikan pada yang lain untuk tidak menggunakan hak mereka untuk berekspresi dengan bebas di Rwanda," tambahnya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile