REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Democracy in a Changing World: Leadership and Solidarity menjadi tema utama Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum/BDF) ke-15 pada 8 Desember mendatang. Forum tersebut digunakan untuk berbagi pengalaman negara-negara dalam berdemokrasi.
"Indonesia melakukan pendekatan inklusif dengan memberi ruang kepada semua pihak selama forum berlangsung," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Teuku Faizasyah dalam media briefing di Kantin Diplomasi Kemenlu, Jumat (2/12/2022).
Tema kali ini diambil menyusul adanya kemunduran demokrasi termasuk di ranah internasional dalam hal multilateralisme. Menurut Faizasyah, sudah sepantasnya relevan diambil dari aspek kepemimpinan.
"Sebab di tengah kondisi demokrasi yang menghadapi tantangan, kita perlu leadership," ujarnya.
Sementara solidaritas juga menjadi sesuatu yang relevan untuk dipilih menjadi tema besar BDF yang akan digelar di Bali ini. Ia mengambil contoh bahwa isu solidaritas di masa pandemi menjadi isu yang sangat diharapkan secara global.
Solidaritas dalam hal ini seperti akses terhadap kebutuhan pokok masyarakat yang semakin menghadapi tantangan selama pandemi. "Sementara sistem politik demokrasi diharapkan bisa menjadi bagian dari satu sistem yang bisa mendorong solidaritas mengatasi tantangan-tantangan bersama yang dihadapi negara-negara. Jadi esensinya seperti itu," ujarnya.
Selain itu, BDF juga akan membahas mengenai refleksinya yang sudah berjalan selama 15 tahun.