Kamis 11 May 2023 23:31 WIB

Sekolah: Instruksi Pj Heru Kuatkan Larangan Merokok pada Penerima KJP

Larangan penerima KJP merokok dan terlibat tawuran ada dan kini dikuatkan.

Red: Fuji Pratiwi
Rokok (ilustrasi). Sekolah menyatakan instruksi dari Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terkait pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang merokok menguatkan larangan yang sudah ada.
Foto: www.pixabay.com
Rokok (ilustrasi). Sekolah menyatakan instruksi dari Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terkait pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang merokok menguatkan larangan yang sudah ada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- SMAN 35 Jakarta menyatakan instruksi dari Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terkait pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang merokok menguatkan larangan yang sudah ada.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 35 Jakarta, Vivi Silviana, mengatakan, sebelum adanya instruksi tersebut, sebenarnya sudah ada peraturan dari Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang memberikan aturan bahwa penerima KJP dilarang merokok dan terlibat tawuran.

Baca Juga

"Aturan ini sebelumnya sudah ada. Dengan pernyataan Pj Gubernur, menguatkan kembali aturan yang sudah ada sebelumnya," kata Vivi Silviana dilansir Antara di Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Vivi menjelaskan bahwa selain tercantum dalam larangan P4OP yang menangani penerimaan KJP, sekolah sudah membuat tata tertib tentang larangan seluruh siswa, termasuk peserta KJP untuk tidak merokok. Pihak sekolah pun akan melakukan sosialisasi terhadap penerima KJP tentang pencabutan hak mereka jika siswa kedapatan merokok dan terlibat tawuran.