Senin 26 Feb 2024 18:11 WIB

Peneliti Klaim Tingkat Gula Darah Bisa Turun Lewat Terapi Cahaya

Terapi cahaya merah disebut menghasilkan penurunan 27,7 persen tingkat glukosa darah.

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti
Mengukur kadar gula darah (ilustrasi). Peneliti mengeklaim sesi terapi cahaya dapar menurunkan tingkat gula darah.
Foto: republika/mgrol100
Mengukur kadar gula darah (ilustrasi). Peneliti mengeklaim sesi terapi cahaya dapar menurunkan tingkat gula darah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi baru mengungkapkan potensi pengobatan bebas obat untuk diabetes. Para peneliti mencatat penurunan signifikan dalam tingkat gula darah setelah satu sesi terapi cahaya merah selama 15 menit.

Dikutip dari Medical Daily pada Senin (26/2/2024), terapi menggunakan cahaya merah dengan panjang gelombang rendah untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti keriput, kemerahan, jerawat, dan bekas luka, memerangi tanda-tanda penuaan. Para peneliti sedang aktif mengeksplorasi aplikasi potensialnya dalam pengobatan kondisi medis lain di luar masalah dermatologis.

Baca Juga

Dalam studi yang diterbitkan di Jurnal Biophotonics, para peneliti menemukan bahwa paparan cahaya merah 670 nanometer (nm) merangsang produksi energi di dalam mitokondria individu sehat, pembangkit energi sel, yang pada gilirannya dapat menyebabkan peningkatan konsumsi glukosa. Para peneliti melakukan studi di antara 30 peserta sehat yang tidak memiliki kondisi metabolik atau tidak mengonsumsi obat apa pun. Mereka secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok yang terpapar cahaya merah 670 nanometer selama 15 menit; dan kedua, kelompok plasebo di mana peserta tidak terpapar cahaya sama sekali.

Peserta harus menyelesaikan tes toleransi glukosa oral dan mencatat tingkat gula darah mereka setiap 15 menit selama dua jam berikutnya. Analisis menunjukkan, terapi cahaya merah menghasilkan penurunan 27,7 persen dalam tingkat glukosa darah setelah mengonsumsi glukosa dan mengurangi lonjakan glukosa maksimum sebesar 7,5 persen.