Rabu 22 May 2024 21:30 WIB

Kemenko Marves Soroti Pentingnya Mekanisme Pendanaan di Sektor Air

Pendanaan itu penting bagi negara-negara berkembang yang tengah hadapi krisis air.

Red: Fuji Pratiwi
Tarmud (65 tahun) mengantarkan air bersih kepada pelanggan di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, Senin (6/5/2024).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Tarmud (65 tahun) mengantarkan air bersih kepada pelanggan di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, Senin (6/5/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyoroti pentingnya mekanisme pendanaan di sektor air. Salah satunya mekanisme pendanaan campuran untuk proyek skala besar guna mewujudkan ketersediaan akses air minum kepada masyarakat.

"(Dengan cara) menggabungkan pembiayaan dari berbagai pemangku kepentingan, khususnya sektor swasta, dalam manajemen air," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Nani Hendiarti dalam salah satu sesi World Water Forum di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (22/5/2024).

Baca Juga

Mekanisme pendanaan tersebut, menurut Nani, penting bagi negara-negara berkembang yang saat ini tengah menghadapi krisis air akibat meningkatnya populasi dunia, perubahan iklim, serta infrastruktur air yang tidak layak. Nani memaparkan, perubahan iklim dan bencana memperburuk tingkat krisis air, yang lantas berdampak pada ketahanan pangan dan keamanan masyarakat.

Terlepas dari berbagai permasalahan yang diakibatkan oleh kekrisisan air, Nani mengatakan hanya tiga persen dari pendanaan iklim (climate funds) dialokasikan untuk proyek-proyek yang terkait krisis air. "Hanya sepersepuluh dari pendanaan ini telah dialokasikan ke proyek-proyek yang menjamin akses terhadap air dan sanitasi," kata Nani.