Selasa 24 Aug 2010 05:43 WIB

Menkopolhukam Bantah Telah Terjadi Barter dengan Malaysia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM, Djoko Suyanto membantah pemerintah melakukan barter tiga awak kapal warga negara Indonesia dengan 7 nelayan Malaysia.

Menurut Djoko Suyanto, Kementerian Luar Negeri dalam kapasitasnya melindungi warga negara Indonesia yang ditangkap oleh Polisi Malaysia dan kemudian dikembalikan ke Indonesia. Sedangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan menyikapi 7 nelayan yang ditangkap tersebut sesuai dengan peraturan yang diterapkan di wilayah kelautan dan perikanan.

''Jadi sebetulnya istilah barter tidak benar. Kemlu dan KKP masing-masing fokus pada fungsi yang strategis,'' kata Djoko kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/8).

Tentu hal ini, kata Djoko, perlu dicermati secara baik apalagi informasi yang beredar terjadi secara simpang siur, misalnya seolah ada barter, atau Indonesia dianggap sebagai pihak yang lemah.

Djoko menegaskan, perundingan perbatasan maritim dengan negara-negara tetangga, khususnya Malaysia, harus segera dipercepat.

sumber : kominfo-newsroom
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement