REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-–Kaum perempuan memiliki potensi besar dalam perekonomian syariah. Namun saat ini edukasi mengenai keuangan syariah terbilang masih minim kepada kaum perempuan Indonesia.
Ketua Umum Perempuan Ekonomi Syariah (PES), Munifah Syanwani, mengatakan dalam implementasinya perempuan Indonesia secara umum belum memahami akad syariah keseluruhan. Ia mengakui lembaga keuangan syariah yang memerlukan tenaga kerja saat ini hampir setiap tahunnya menerima lebih banyak kaum wanita.
"Namun edukasi mengenai pemahaman akad dan perbankan syariah secara detail kepada kaum perempuan Indonesia yang menjadi konsumen masih sangat kurang,” kata Munifah kepada Republika, Kamis (7/10).
Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan pendidikan tentang akad syariah kepada kaum perempuan dari berbagai kalangan dan disesuaikan dengan daya pikir. Untuk lebih memberdayakan kaum perempuan Indonesia, papar Munifah, PES juga mulai menjajaki tataran praktis selain memberikan edukasi.
Munifah menuturkan saat ini pihaknya mulai menggodok intens pembentukan lembaga keuangan syariah, dimana seluruh pengelola dan nasabah adalah kaum perempuan. Rencananya lembaga berbentuk koperasi serba usaha dengan prinsip syariah pada tahun depan sudah dapat beroperasi.
Munifah menyebutkan potensi kaum perempuan yang menjadi pengelola dana di rumah tangga menjadi peluang besar bagi lembaga keuangan syariah untuk menangkap pasar tersebut. "Perempuan mengelola 60 persen keuangan di rumah tangga, kalau di tataran pemerintah perempuan itu seperti Menteri Keuangan. Nah kalau perempuan diberi edukasi mengenai keuangan syariah, mereka dapat memberikan andil dengan menempatkan dana di lembaga keuangan syariah," jelas Munifah.
Ia menambahkan layanan khusus bagi kaum perempuan memang juga dibutuhkan, seperti kantor layanan khusus. Namun di sisi lain Munifah memahami hal tersebut masih akan membutuhkan waktu cukup panjang. "Idealnya ada fasilitas khusus perempuan, tetapi saat ini kita optimalkan saja dulu fasilitas keuangan syariah yang ada sehingga bisa berjalan baik," cetus Munifah.