Jumat 03 Dec 2010 09:31 WIB

Komisi III Tetapkan Tujuh Anggota Komisi Yudisial

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Komisi III DPR RI memilih sebanyak tujuh anggota Komisi Yudisial melalui mekanisme voting pada pleno komisi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis malam.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Tajtur Sapto Edy, mengatakan, pemilihan tujuh anggota Komisi Yudisial dilakukan Komisi III DPR RI setelah sebelumnya melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap 14 calon anggota Komisi Yudisial pada Rabu (1/12) hingga Kamis ini.

"Pada pemilihan tersebut setiap anggota bisa memilih maksimal tujuh nama dan minimal satu nama dari 14 nama calon," kata Tjatur Sapto Edy.

Menurut dia, setiap anggota Komisi III diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya maksimal tujuh nama dan minimal satu nama.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini menambahkan, pemilihan anggota Komisi Yudisial terutama berdasarkan pendekatan integritas dan rekam jejak yang baik.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil menambahkan, berdasarkan pendekatan integritas dan rekam jejak yang baik, ada ada beberapa nama yang layak menjadi anggota Komisi Yudisial.

Menurut dia, meskipun ada beberapa nama yang layak menjadi anggota Komisi Yudisial tapi dari pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan dirinya melihat kualitas calon anggota Komisi Yudisial belum maksimal.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Pandjaitan mengatakan, pemilihan anggota Komisi Yudisial menggambarkan gabungan dari unsur kejaksaan, akademisi, dan kehakiman. "Ya minimal dapat 25 suara bisa lolos," katanya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan, anggota Komisi Yudisial harus mewakili unsur akademisi, kejaksaan, dan unsur masyarakat.

Menurut dia, format anggota Komisi Yudisial idealnya diisi dari dua unsur hakim, tiga unsur akademisi, dan dua unsur tokoh masyarakat.

Sebanyak 14 calon anggota Komisi Yudisial yang akan dipilih menjadi tujuh nama adalah, H Abbas Said SH, Abdul Ficar Hadjar SH MH, Prof Dr H Eman Suparman SH, Dr Drs Hasanuddin Bc.IP, SH, MM, DR Hermansyah, SH, Mhum, DR Ibrahim, SH, MH, LLM, Iman Anshori Saleh, SH, Mhum.

Kemudian,Dr Jaja Ahmad Jayus, SH, MHum, Prof Jawahir Thontowi, SH, Phd, Dr JMT Simatupang, SH, MH, Dr Mangsa Manurung, SH, MKn, Sumali, SH, MH, Dr Suparman Marzuki, SH, MSi, Dr Taufiqurrohman, SH, MH.

sumber : ANTARA
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement