Sabtu 05 Feb 2011 11:40 WIB

Adjie Massaid Disemayamkan di Aula Nusantara Senayan

Red: Siwi Tri Puji B
Adjie Massaid
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Adjie Massaid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Jenazah Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid atau biasa disebut Adjie Massaid disemayamkan di gedung nusantara, DPR-MPR Senayan Jakarta, Sabtu.

Jenazah almarhum diserahkan oleh Utomo Usman mewakili pihak keluarga untuk disemayamkan di gedung DPR dan kemudian juga disemayamkan di masjid Baiturrahman MPR/DPR Senayan.

Di gedung Nusantara, sejumlah anggota DPR-MPR sudah menunggu kedatangan jenazah yang sebelumnya disemayamkan di rumah duka di Taman Cilandak.

Adjie Massaid meninggal dunia dalam usia 43 tahun di RS Fatmawati sekitar pukul 02.00 WIB diperkirakan akibat serangan jantung. Direncanakan jenazah dimakamkan di TPU Jeruk Puruk usai shalat Dhuhur.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Jafar Hafsah menyampaikan agar semua pihak memaafkan jika ada kesalahan dari almarhum dan agar keluarga tabah melepas kepergian almarhum.

Ia mengatakan, almarhum Adjie Massaid merupakan sosok muda yang cerdas. Suami dari Angelina Sondakh yang juga anggota DPR RI dari fraksi yang sama itu juga seorang yang mencintai olahraga dan dalam pergaulan, Adjie selalu menjaga hubungan baik dengan rekan dan koleganya.

Adjie Massaid (43) meninggal dunia di RS Fatmawati sekitar pukul 02.00 WIB diperkirakan akibat serangan jantung.

Almarhum dikabarkan sempat bermain bola sebelum mendadak terkena serangan jantung dan dilarikan ke RS Fatmawati Jakarta Selatan.

Sekitar pukul 03.00 WIB, jenazah dipulangkan ke rumah duka di Taman Cilandak Jakarta Selatan. Adjie Massaid merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, ia meninggalkan seorang istri Angelina Sondakh yang juga anggota DPR dari Fraksi Demokrat serta tiga anak, dua di antaranya Zahwa dan Aaliya dari perkawinan pertama dengan penyanyi Reza Artamevia.

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement