Senin 11 Apr 2011 13:27 WIB

Panglima TNI: Operasi Militer Dimungkinkan, Tapi Keselamatan ABK Lebih Penting

Red: Siwi Tri Puji B
Sinar Kudus
Foto: Foto diambil dari: sinarkudus.blogspot.com
Sinar Kudus

REPUBLIKA.CO.ID,

JAKARTA - Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan penggunaan militer dalam penanganan kapal "Sinar Kudus" yang dibajak perompak Somalia, tetap harus mengutamakan keselamatan 20 ABK di kapal tersebut. "Semua opsi sangat mungkin dilakukan termasuk penggunaan militer, tapi keselamatan jiwa paling diutamakan," katanya, usai memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Pasukan Pengawal Presiden di Jakarta, Senin.

Ia mengungkapkan, Indonesia telah mendapat tawaran dari India untuk melakukan operasi penyelamatan.

"Tapi tindakan semacam itu dipandang belum perlu. Sesuai resolusi PBB di daerah Teluk Aden dan perairan Somalia terdapat Combine Maritimme Task Force Command," tutur Agus.

Kapal-kapal dari seluruh dunia melakukan pengamanan terhadap kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut di bawah pimpinan Singapura.  "Ada Combine Task Force 50 untuk menangani tindakan terorisme dan 52 untuk peristiwa pembajakan dan perompakan," katanya.

Ia menambahkan, tawaran India merupakan bagian dari fungsi satuan tugas tersebut. "Namun tindakan semacam itu saat ini dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan awak yang disandera," kata Agus.

Panglima TNI menegaskan pemerintah sudah mengambil langkah-langkah penting, terutama diplomasi sesuai permintaan kapten kapal yang dibajak.

Terdapat hampir 26 kapal yang dibajak di perairan Somalia saat ini, salah satunya "Sinar Kudus" yang berbendera Indonesia. Ia mengatakan, pemerintah akan terus memantau kondisi terkini sebelum memutuskan melakukan operasi militer.

Tentang apakah benar TNI sudah mengirim pasukan ke Somalia, Agus menolak menjawab. "Eskalasi situasi akan terus diikuti. Tapi ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan," katanya.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

  • Sangat tertarik
  • Cukup tertarik
  • Kurang tertarik
  • Tidak tertarik
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement