REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai pelatih, Jose Mourinho sudah meraih hampir semua prestasi yang diimpikan pelatih-pelatih Eropa. Untuk melengkapi prestasinya, Mourinho berhasrat menukangi Timnas Portugal sekaligus mengabdi kepada negaranya.
"Sebenarnya saya kurang cocok melatih timnas, tapi semuanya mungkin saja terjadi. Yang jelas bukan tahun ini," kata Jose Mourinho saat ramah tamah di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (13/6) malam WIB.
Mantan pelatih Inter Milan itu menjelaskan, opsi dirinya selama menjadi pelatih adalah tiga hal, satu di antaranya sudah tercapai yaitu membawa tiga klub besar dari negara berbeda memenangi kompetisi. Pria asal Portugal itu telah mampu membawa Chelsea menjadi juara Liga Utama Inggris, Inter Milan menjadi juara Liga Utama Italia dan Real Madrid menjadi juara Liga Utama Spanyol.
Target kedua yang saat ini masih berjalan adalah membawa tiga klub berbeda menjadi juara Liga Champions. Saat ini dua trofi dari klub berbeda yaitu bersama Porto dan Inter Milan telah berhasil diraihnya. "Saat ini saya menangani tim besar (Real Madrid) dan tahun ini turun di Liga Champions. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik," kata pelatih yang berjuluk 'the Only One' itu.
Opsi ketiga yaitu melatih timnas. Hanya saja opsi ini belum akan terealisasi cepat karena Mourinho terlebih dulu ingin menyelesaikan target keduanya, yaitu meraih tiga trofi Liga Champions dari tiga klub yang berbeda. Kedatangan Mourinho di Indonesia mendapatkan sambutan dari fans fanatiknya baik Madridista, Interisti, maupun dari kelompok pendukung Chelsea.
Mereka datang dengan membawa poster yang terus mereka bentangkan. Selain itu para fans 'the Special One" menggunakan jersey klub yang pernah dilatih Mourinho termasuk El Real. Hanya saja upaya untuk bertemu sempat mendapat halangan. Meski terhalang oleh barisan keamanan, tekad fans Jose Mourinho tak terbendung. Akhirnya beberapa fans yang setia menunggu sejak siang mendapatkan kesempatan untuk mendekat untuk mendapatkan tanda tangan.
sumber : Antara