REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar 50 orang mahasiswa dan pemuda yang menamakan dirinya sebagai Gerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Anti-Cikeas melakukan unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Selasa (26/2).
Aksi unjuk rasa tersebut untuk menolak adanya intervensi yang diduga dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap KPK.
"Kami menolak keras intervensi KPK yang dilakukan oleh Istana," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan HMI Anti-Cikeas, Andika Febriandanu, saat berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (26/2).
Selama berunjuk rasa, Gerakan HMI Anti-Cikeas ini meneriakkan soal pemberantasan korupsi yang merupakan salah satu dari janji pemerintahan SBY. Namun, kenyataannya tidak sejalan dalam proses pemberantasan korupsi.
Gerakan HMI Anti-Cikeas tersebut juga menuding saat ini KPK telah terjebak sebagai lembaga yang dikendalikan SBY . Bahkan, KPK menjadi sapi perah sekaligus tameng oleh keluarga Istana.
Selain itu, mereka juga mempertanyakan konsistensi KPK untuk segera menyeret Andi Mallarangeng yang belum juga diperiksa sebagai tersangka dan langsung ditahan karena terseret kasus Hambalang.
"Pimpinan KPK agar arif dan bijaksana dalam memimpin pemberantasan korupsi di Indonesia," teriak para mahasiswa dan pemuda tersebut.