Ahad 18 May 2014 15:05 WIB

Serangan Hama Mati Pucuk Landa Dataran Tinggi Pulau Macquarie

Hama pucuk
Foto: Abc News
Hama pucuk

REPUBLIKA.CO.ID, TASMANIA -- Kalangan ilmuwan Australia berpacu dengan waktu untuk memecahkan misteri serangan hama mati pucuk di di daerah dataran tinggi Pulau Macquarie. Hama mati pucuk ini banyak menyerang tanaman yang tergolong langka dan terancam punah yang terdapat dikawasan tersebut.

Macquarie, merupakan sebuah pulau kecil yang terletak ditengah-tengah antara Hobart dan Antartik. Sebelumnya ragam tanaman di daerah ini berhasil mempertahankan diri dari sejumlah ancaman lingkungan. Tetapi para ilmuwan mengatakan, pulau tersebut kini menghadapi serangan ancaman terbaru.

Sejumlah hama lain yang pernah terjadi di pulau ini di antaranya, hama kelinci. Hama tikus pun pernah melanda pulau yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia yang terletak 1.500 kilometer selatan-timur dari Tasmania.

Bulan lalu pulau itu dinyatakan bebas dari hama setelah dilakukan program pemberantasan hama selama hampir tujuh tahun. Tapi pulau ini masih menghadapi ancaman, sekarang giliran vegetasi di kawasan ini yang tengah kritis.

Ekolog Senior dari Layanan Taman dan Satwa Liar Tasmania, Dr Jennie Whinam telah mengunjungi pulau tersebut selama 30 tahun. Untuk pertama kalinya ia menemukan kasus bercak kecil pada tanaman azorella yang mati lima tahun lalu.

Sejak saat itu kasus matinya tanaman dengan bercak kecil tersebut menurun cepat. Kini banyak dari tanaman yang terserang hama penyakit itu adalah tanaman  yang masuk kategori terancam punah. "Sayang sekali, ketika situasi serangan hama tikus sudah selesai, sekarang kita menghadapi hama mati pucuk pada tanaman azorella..padahal seperti diketahui tanaman ini adalah tumbuhan yang dominan hidup di wilayah dataran tinggi Pulau Macquarie," ujar Dr Whinam, belum lama ini.

"Kami masih tidak mengerti mengapa kasus mati pucuk ini terjadi, sejauh pemahaman kami ini adalah jenis penyakit tanaman yang terkait dengan dampak dari kombinasi berbagai faktor.”

sumber : abc, radio australia
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement