REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Deklarasi penutupan lokalisasi Dolly diucapkan oleh sekitar 107 perwakilan warga asli lokalisasi prostitusi Dolly di Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Pengucapan deklarasi tersebut dilakukan di Gedung Islamic Center Surabaya, Rabu (18/6) malam.
Berikut ini isi deklarasi penutupan Dolly:
Deklarasi Alih Fungsi dan Alih Profesi Lokalisasi Dolly dan Jarak.
Kami warga masyarakat kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Kota Surabaya berkeinginan agar wilayah Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan menjadi wilayah yang bersih, sehat, aman, tertib, dan bebas dari lokalisasi prostitusi.
Kedua, wilayah Putat Jaya menjadi wilayah yang bermartabat dengan membangun usaha-usaha perekonomian yang sesuai dengan tuntunan agama dan peraturan yang berlaku.
Ketiga, kami memohon kepada aparat yang berwenang untuk menindak secara tegas para pelaku tindak kejahatan perdagangan orng, pelaku perbuatan asusila, dan penggunaan bangunan untuk penggunaan maksiat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Keempat, wilayah Putat Jaya menjadi wilayah yang maju, aman, dan tertib dengan harapan bimbingan dari aparat keamanan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), dan pemerintah pusat. Surabaya, 18 Juni 2014.
Deklarasi itu menjadi gong terakhir pentuupan lokalisasi Dolly seraya dibarengi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU)rehabilitasi wilayah eks lokalisasi antara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kepala Polrestabes Surabaya Kombespol Setija Junianta, dan Komandan Korem Bhaskara Jaya.