Jumat 04 Jul 2014 19:55 WIB

Pemprov Sumsel Bantu Pembuatan Sertifikat untuk Rumah Murah

Rep: maspril aries/ Red: Muhammad Hafil
Perumahan (ilustrasi).
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Perumahan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Program pembangunan rumah murah bagi masyarakat kurang mampu yang dicanangkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) pada masa awal jabatannya lima tahun lalu berlanjut dengan program sertifikasi lahan tanah rumah tersebut.

Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan melaksanakan pembuatan sertifikat tanah secara kolektif melalui Program Nasional Agraria (Prona) Kantor Pertanahan Kota Palembang. 

“Kita akan melaksanakan pembuatan sertifikat tanah bagi pemilik rumah murah yang berada di jalan Yusuf Singadikane di kawasan Musi II,” katanya , Jumat (4/7).

Kepada para pemilik rumah murah tersebut, Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel mengimbau, kepada warga masyarakat yang lolos seleksi untuk mendapatkan fasilitas rumah di Jln. Yusuf Singadikane agar segera menyampaikan data yang dibutuhkan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel. 

“Untuk pembuatan sertifikat melalui Prona warga yang lolos seleksi untuk melengkapi persyaratan pembuatannya berupa foto copy KTP dan kartu keluarga dari  dari yang bersangkutan,” ujar Mukti Sulaiman.

Sekretaris Daerah Sumsel tersebut juga telah mengirimkan surat kepada camat dan lurah se-Kota Palembang agar memberitahukan kepada warga masyarakat yang telah lolos seleksi untuk mendapatkan fasilitas rumah untuk segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan dalam membuat sertifikat tanah di lokasi rumah murah bagi masyarakat kurang mampu. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement